Bupati Aceng Fikri : Kecewa Malam Pertama

Posted: Desember 20, 2012 in News

Aceng Fikri

.

GARUT – Nilai pernikahan bagi Bupati Garut Aceng Fikri, seperti jual beli barang. Setelah dibeli ternyata tak sesuai spesifikasi, maka barang mesti dikembalikan.

Dia mengemukakan kali pertama mengenal Fany Octora, 18 tahun, berdasarkan informasi dari seorang ustadz. “Orangnya solehah, anak pesantren, cantik,” ujarnya. “Bahkan saya mendapat jaminan masih gadis. Jadi sebagai duda, saya tertarik,” tuturnya, kemarin.

Pernikahan digelar pada malam 14 Juli 2012 itu. Pernikahan digelar tepat pukul 19.30 WIB, digelar di rumah pribadi Aceng di wilayah Copong. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Limbangan, K.H. Abdurrozaq, S.Ag. yang menikahkan kedua mempelai secara siri atau secara agama tanpa catatan resmi negara.

Namun malam pertama pernikahan, ternyata memperlihatkan fakta berbeda. “Tak sesuai spesifikasi. Saya kecewa betul. Rasa dalam dada ini langsung hilang. Setelah saya pikir berhari-hari, saya putuskan untuk menalaknya lewat SMS,” cetus Aceng.

Warga Kampung Cukang Galeuh, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, itu baru lulus dari salah satu SMA di Sukabumi pada 2012. Dia dinikahi Bupati Aceng pada 16 Juli 2012 di rumah pribadinya di Copong, Garut.

Ada apa dengan manajemen seksual Bupati Garut Aceng HM Fikri? Itulah pertanyaan di publik saat ini, pasca Aceng menikahi Fany Oktora dan Shinta, gadis asal Karawang. Fany diceraikan setelah 4 hari menikah, sedangkan Shinta diceraikan setelah dua bulan menikah.

“Kesehatan moral Aceng terganggu, khususnya menyangkut manajemen seksualnya sangat buruk. Bisa juga disebut ada kelainan seks. Dia tergolong manusia yang tak tahan mengendalikan nafsu seksnya, kemudian mencari pelampiasan dengan cover Agama atau membuat dalih nikah siri agar tidak melanggar Agama,” kata psikiater Prof Dr Dadang Hawari.

Kepada Harian Terbit di Kamis pagi (6/12), Dadang mengemukakan, pernyataan Aceng di TV dia menikahi Fany karena ada hambatan psikologis untuk berhubungan dengan isteri pertamanya, mestinya dia konsultasi dengan psikiater atau psikolog untuk mengatasi hambatan psikologis itu. Bukan diselesaikan sendiri dengan mengawini wanita lalu dicerai dalam waktu singkat melalui SMS.

Secara terpisah, ayah Shinta, Bambang Koosbayono juga akan melaporkan bupati Garut itu ke Bareskrim Mabes Polri. Shinta adalah perempuan yang dinikahi Aceng pada 13 maret 2011 lalu. Namun pada 28 Juni 2011, Aceng menjatuhkan talak atau cerai kepada Shinta.

Tak Pantas Lagi Maju Jadi Cabub Garut

Bupati Garut Aceng HM Fikri ini memang keterlaluan. Sudah cacat sosial masih juga ngotot mau maju lagi jadi calon bupati. Saat menjabat saat ini pun sudah banyak kalanganpun meminta dia mundur lantaran kelakuannya menikahi gadis yang cuma 4 hari lalu diceriakan lewat SMS. Yang menyesakkan, alasan dia karena sang istri sudah tak perawan.

Menurut pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro, apabila Aceng mencalonkan kembali itu sama dengan dia melakukan bunuh diri. Sebagai Bupati Garut saat ini saja ia sudah berani melecehkan hak-hak perempuan.

“Jika Aceng cerdas, dia tidak akan mencalonkan kembali. Ibaratnya, baunya sudah membusuk, tidak mempunyai aroma wangi lagi seperti sebelum-sebelumnya,” tegas Siti kepada Harian Terbit, Selasa (4/12).

Menurut Siti, jika Aceng memaksa tetap mencalonkan diri kembali, nampaknya Partai Golkar sudah tidak peduli lagi. Jika demikian, Aceng akan Independen mencalonkan kembali dirinya.

“Aceng akan disisihkan dari partai Golkar dan ditambah lagi ada ketidakpercayaan masyarakat kepadanya. Sepertinya masyarakat Garut sendiri sudah marah kepada Aceng yang telah menjadi Bupati Garut yang dinilai salah urus soal perempuan,” tegasnya.

Siti Sendiri menganjurkan Aceng HM Fikri bertobat saja daripada mencalonkan kembali menjadi bupati Garut. Apalagi Fany Octora mantan istrinya yang baru diceraikan mengguat Aceng ke Polisi.

“Sepertinya akan ada banyak gugatan kepada Aceng, Selain mantan istrinya, akan banyak gugatan dari berbagai kalangan masyarakat. Sepertinya, Aceng sudah tamat riwayatnya,” tutur pengamat politik ini.

Fany, Senin kemarin mendatangi Mabes Polri pukul 13.40 WIB. Fany datang dengan mengenakan baju panjang kembang-kembang putih dan kerudung berwarna senada. Perempuan yang tampak cantik ini datang dengan ditemani kuasa hukumnya.

Aceng HM Fikri terpilih menjadi Bupati Garut setelah memenangi Pilkada Garut 2008 dalam dua putaran sebagai calon independen bersama Diky Candra. Saat itu dia mengungguli kandidat dari PDIP-Partai Golkar dengan mengumpulkan 57 persen suara. Pada September 2011, Wakilnya Diky Candra mengajukan pengunduran diri karena ketidakharmonisan hubungan keduanya.

Sebelum Pilkada, Diky dan Aceng berjanji untuk tidak membawa politik dalam jabatan pemerintahan mereka, dan Diky menilai Aceng Fikri telah mengkhianatinya dengan masuk ke Partai Golkar dan menjabat sebagai wakil ketua DPD Jabar dari partai tersebut.

Pada 14 Juli 2012, dia menikahi secara siri dengan seorang gadis berusia 18 tahun dengan mengaku sebagai duda. Gadis bernama Fany Octora itu kemudian diceraikan empat hari kemudian, alasannya karena sang gadis disinyalir tidak perawan lagi setelah malam pertama mereka.

Sang istri siri itu diceraikan Aceng hanya melalui pesan singkat. Setelah perceraian itu, Aceng sempat mengirim pesan singkat kepada Fany: “Hai perempuan jahat, aq minta sgla pemberian aq dikembalikan”.

Sang bupati sendiri menampik bahwa hubungannya dengan Fany adalah pernikahan. Menurutnya, yang terjadi adalah sebuah hubungan emosional atau perikatan dengan komitmen yang disepakati kedua belah pihak. Dia menganggap bahwa masalah ini hanyalah politisasi dari lawan politiknya menjelang pilkada untuk menjegal dirinya.

Sedangkan pernyataan-pernyataan kontroversi sang bupati terkait pernikahan kilatnya, seperti, “Saya sudah keluar uang hampir habis Rp 250 juta, hanya nidurin satu malam. Nidurin artis saja tidak harga segitu.” Selain itu, pernytaan lainnya adalah, “Karena nikah itu kan perdata, perikatan, akad. Jadi kalau dianalogikan, tidak ada bedanya nikah dengan jual beli, kalau tidak sesuai speknya, ya tidak apa-apa dikembalikan.

Aceng lahir di Garut pada 6 September 1972. Pria bernama lengkap Aceng HM Fikri ini meraih gelar S.Ag dari Insitut Agama Islam Al Musaddadiyah (IAIM). Status perkawinan Menikah. Nama Istrinya, Nurrohimah (istri), Fany (diceraikan setelah 4 hari menikah). Aceng beralamat di Kp Sukamentri RT/RW 01/14, Sukamentri, Garut Kota, Garut.

Aceng menempuh pendidikan dasar di SD Sukamentri Garut, kemudian ke MTS. Negeri Garut, PGN Garut, IAI Al Musaddadiyah. Sebelum menjadi bupati, Aceng bekerja di koperasi peternak unggas Garut, PT Mandala Food Garut, Koperasi konveksi raksa sawarga, Kopontren Kabupaten Garut.

Aceng juga tercatat sebagai anggota GP Ansor Garut, Garda Bangsa PKB, DPC PKB Garut, Masyarakat Pecinta Garut, Plt DPC Golkar Garut, Wakil Ketua DPD Golkar Jabar.

.

Berikut profil lengkap Aceng:

Aceng Fikri

Aceng Fikri

Nama: Aceng H.M. Fikri, S.Ag

Jabatan: Bupati Garut

Tempat Tanggal Lahir: Garut 6 September 1972

Status perkawinan: Menikah

Nama Istri: Nurrohimah (istri), Fany (diceraikan setelah 4 hari menikah)

Alamat: Kp Sukamentri RT/RW 01/14, Sukamentri, Garut Kota, Garut

Riwayat pendidikan:

1. SD Sukamentri Garut

2. MTS. Negeri Garut

3. PGN Garut

4. IAI Al Musaddadiyah

 Riwayat pekerjaan:

1. Koperasi peternak unggas Garut

2. PT Mandala Food Garut

3. Koperasi konveksi raksa sawarga

4. Kopontren Kabupaten Garut

 Riwayat Keanggotaan Organisasi:

1. GP Ansor Garut

2. Garda Bangsa PKB

3. DPC PKB Garut

4. Masyarakat Pecinta Garut

5. Plt DPC Golkar Garut

6. Wakil Ketua DPD Golkar Jabar

 Sumber : Dari berbagai sumber

.

.

Komentar :

Beginikah potret pemimpin Indonesia? Memang kita tidak bisa menghantam rata, namun kasus ini jelas mencoreng Indonesia. Di era informasi digital saat ini, berita seperti ini tentunya akan sampai ke penjuru dunia dengan cepat. Lalu kira-kira bagaimana tanggapan bangsa lain? Jika mungkin ini terjadi di negara lain, sang pemimpin pasti akan malu dan mundur. Tapi di Garut? O, tentu tidak! Prinsip Maju Terus Pantang Mundur (baca: NgACENG Terus Pantang Kendur) pun diserukan. Agaknya KEMALUAN sang Bupati ini memang sangatlah BESAR untuk merasa malu😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s