Hubungan Intim di Bulan Ramadhan

Posted: Juli 21, 2012 in Artikel

BANYAK pertanyaan acap muncul, bolehkah melakukan hubungan suami-istri di bulan Ramadham?  Pertanyaan ini muncul mengingat Bulan Ramadhan merupakan bulan suci  bagi umat Islam yang umumnya dijadikan sebagai sarana untuk beribadat, mendekatkan diri pada Allah SWT.

Menilik pertanyaan tersebut, Allah SWT berfirman :

Uhilla lakum lailatashiyaamirrofatsu ilaa nisaaikum.Hunna libaasullakum wa antum libaasullahunna.”

Dihalalkan bagi kamu bercampur dengan wanita istrimu pada malam shiyam.Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereke para wanita istri.”

Intim

Menelaah dari arti atau tafsir dari ayat tersebut kita dapatkan pemahaman bahwa dibolehkan atau dihalalkan bagi orang yang berpuasa baik laki-laki maupun perempuan untuk bercampur, berhubungan seks, berhubungan kelamin atau sejenisnya dengan pasangan suami atau istri masing-masing, selagi hal itu dilakukan pada malam Bulan suci Ramadhan.

Jadi, ketika hubungan itu terjadi di malam hari maka hukumnya halal dan boleh. Hanya saja, dalam berhubungan intim, Anda mesti pintar-pintar mengatur waktu.

Seperti diketahui hubungan intim ini merupakan ekpresi cinta antara suami istri, jika ada waktu sebaiknya kegiatan yang membawa kenikmatan ini jangan dihentikan. Kepuasan ini bisa dilakukan selepas ibadah. Setelah sholat tarawih, atau bisa juga selesai tadarus, contohnya.

Tak hanya ini, jika sangat terpaksa, hubungan ini bisa juga dilakukan menjelang sahur. Selanjutnya, pasangan suami istri tadi harus melakukan mandi junub bersama. Misalnya berikan kasih sayang dengan kekasihnya dengan mandi air hangat. Setelah itu Anda dan pasangan bisa mempersiapkan hidangan sahur.

Mengingat saat berpuasa kondisi fisik agak melemah terutama bagi pasangan yang beraktivitas di luar rumah alias bekerja, sebaiknya aktivitas seks tak terlampau sering dan lama. Jadwalkan dengan baik dan gunakan waktu yang singkat. Yang penting kualitasnya.

Perlu diketahui pembatasan seks di bulan puasa hanya di siang hari. Setelah berbuka seks bisa dilakukan. Tapi ingat jangan sekali-kali melakukan seks ketika baru saja berbuka puasa dan baru saja perut di isi. Makanan pun masih penuh di dalam lambung. Sebaiknya Anda harus sabar sedikit, menunggu satu hingga dua jam berikutnya selepas makan tersebut. Kenapa demikian? agar seks yang dilakukan lebih nyaman.

Ada beberapa pasangan yang malas berhubungan seks di bulan suci ini karena kepepet waktu, belum lagi harus mandi wajib, mensucikan diri. Mengenai yang satu ini jangan diambil pusing. Kenapa? Menurut mayoritas ulama, bagi mereka yang melakukan hubungan seks di malam hari, tidak harus mandi sebelum terbitnya fajar. Mereka hanya wajib mandi sebelum terbitnya matahari, paling tidak dalam batas waktu yang memungkinkan ia shalat subuh dalam keadaan suci pada waktunya.

Dengan kata lain, Anda tak perlu buru-buru melakukan ‘mandi besar’. Jika Anda berhubungan seks pukul dua belas malam, maka bisa saja Anda membersihkan diri pukul lima, atau jam berapapun sebelum Anda melakukan shalat subuh.

 

Mengelola Gairah di Bulan Berkah

Tidak cuma menahan lapar dan dahaga, bulan puasa juga mengharuskan para umatnya menahan hawa nafsu, termasuk nafsu hubungan seks. Memang, sebuah penelitian menunjukkan jika frekuensi berintim-intim di bulan suci Ramadhan berkurang sampai 40 persen. Tapi bukan berarti masalah seks harus berhenti kan?

Menurut Pakar Seks and Drugs dr. Bona Simanungkalit, DHSM, M.Kes, selama Anda bisa membagi waktu, maka kemesraan tetap dapat dijaga baik tanpa menodai ibadah puasa. “Perlu saya akui, setiap Ramadhan datang, masalah waktu melakukan hubungan seks selalu jadi pertanyaan. Sebenarnya kan tidak ada yang berubah, hanya tidak bisa dilakukan di siang hari,” ujar Bona kepada Jurnal Bogor.

Dengan kata lain, waktu yang ideal untuk melakukan hubungan seks adalah sesudah salat tarawih. Alasannya, karena jangka waktu setelah makan sudah agak lama, sehingga makanan di dalam perut juga mulai stabil. “Setelah itu, tubuh Anda benar-benar dalam keadaan fit sebab energi di tubuh sudah kembali dengan makanan yang dikonsumsi,” jelas Bona, Selasa (9/8) kemarin.

Namun perlu diingat, jangan sekali-kali melakukan seks ketika berbuka puasa atau dengan perut baru terisi. Kenapa demikian? Ini dikarenakan saat perut penuh makanan, zat-zat yang terserap akan tersentralisasi di pembuluh darah. Sementara penis dan vagina merupakan anggota tubuh yang penuh pembuluh darah. “Kalau bisa tunda satu sampai dua jam agar seks dilakukan lebih nyaman,” terangnya.

Bila Anda merasa takut tak cukup waktu melakukannya, coba saja menjalani seks kilat di waktu sahur. “Yang penting, pintar-pintarlah mencari waktu untuk melepaskan hasrat. Setelah berbuka hingga tarawih, Anda masih punya beberapa jam sebelum masuk sahur. Manfaatkan waktu ini untuk bermesraan dengan pasangan,” saran Bona.

Selain soal waktu, tak ada aturan khusus melakukan hubungan seks di bulan puasa. Begitu juga mengenai aturan harus berapa banyak melakukannya setiap minggu. Semua itu dikembalikan lagi kepada pasangan masing-masing. “Mau melakukan seminggu sekali silakan. Mau dilakukan setiap hari juga sah-sah saja. Yang pasti tidak ada paksaan dari salah satu pihak,” tutur bapak dua anak itu.

Akan tetapi, agar gairah seks di bulan suci tetap bisa dipertahankan, stamina yang baik sangat diperlukan. Caranya, dengan mengonsumsi makanan mengandung cukup protein dan karbohidrat. “Intinya, konsumsi makanan bergizi seimbang. Jangan lupa juga rutin berolahraga. Pokoknya, jadwalkan dengan baik, gunakan waktu singkat. Yang terpenting, kualitasnya,” kata Bona.

Nah, bila takut esok paginya energi berkurang karena melakukan hubungan seks, Bona menyarankan untuk berhubungan yang tidak menguras energi dengan memakai teknik-teknik tertentu. Walau sebenarnya, hubungan seks tidak akan sampai mengganggu kondisi badan saat pagi hari. “Kan kita masih punya cadangan energi yang diperoleh dari makan sahur. Jadi tak perlu khawatir,” ujarnya.

Bagi umat Islam, Ramadhan adalah bulan mulia untuk mencari pahala sebanyak-banyaknya. Bagi sebagian orang, aktivitas seksual pada bulan ini dihindari, terutama para wanita. Berbagai alasan seperti tidak ingin menodai bulan Ramadan, kelelahan menyiapkan makanan berbuka dan sahur atau ingin sepenuhnya beribadah. Bulan Ramadan bukan berarti pasangan suami-istri juga harus berpuasa dari seks. Seperti dikutip dari Islamqa, hubungan intim suami-istri haram dilakukan pada siang hari pada bulan ramadhan. Jika pasangan melakukannya di siang hari, ada kafarat (denda) yang harus dijalani yakni memerdekakan seorang budak, jika tak memungkinkan berpuasa dua bulan berturut-turut atau memberi makan 60 orang fakir miskin. Sementara hubungan seksual suami-istri diperbolehkan dilakukan malam hari hingga awal fajar. Beberapa tips agar aktivitas bercinta alias hubungan seksual suami-istri tetap berjalan lancar selama Ramadan:

  1. Lakukan dengan niat ibadah. Melakukan hubungan seks pada malam hari saat Ramadhan justru berpahala, karena termasuk ibadah. Karena itu, jangan terbebani dan lakukanlah dengan hati senang dan ikhlas. Anda berdua akan lebih menikmatinya.
  2. Atur waktu Pintar-pintarlah mencari waktu yang tepat melepaskan hasrat karena waktu yang relatif sempit selama Ramadan. Setelah berbuka di sore hari hingga tarawih, Anda masih punya waktu beberapa jam hingga masuk waktu sahur. Manfaatkan waktu ini untuk bermesraan dengan pasangan.
  3. Lakukan seks kilat Selama berpuasa, kita harus menjaga agar fisik tidak lemah di siang hari. Apalagi jika kedua pasangan sama-sama bekerja. Jika selama ini durasi seks bersama pasangan lebih lama, usahakan lakukan lebih cepat, agar tenaga tak terkuras. Rasa malas karena harus mandi besar bisa dikurangi dengan mandi air hangat agar tak kedinginan.
  4. Saling mengerti Anda dan pasangan harus memiliki pikiran yang selaras, tanpa ada keinginan memaksakan kehendak atau menang sendiri. Bila salah satu dari pasangan enggan, pasangan lainnya harus mengerti. Jika hubungan intim suami-istri dilakukan dengan cinta, selain pahala, pasangan bisa menghapuskan dosa-dosa.

.

Sumber: dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s