Orgasme Wanita

Posted: Juli 14, 2012 in Artikel

Orgasme

Pada masa lalu memang ada saat ketika para ilmuwan meragukan adanya orgasme pada wanita. Pada masa sekarang ini, kepuasan wanita ini menjadi banyak pokok bahasan dan banyak pasangan yang menghabiskan banyak sekali waktu untuk meningkatkan tingkat kepuasan. Hal ini memang patut dihargai, tetapi mungkin di antara ada yang mencoba terlalu keras, meski sebenarnya tingkat kepuasan berada di tingkat yang maksimal. Dan kenyataannya banyak yang berusaha terlalu keras demi suatu tujuan yang hanya berdasarkan mitos.

Kesalahpahaman informasi ini akan membuat Anda terkejut untuk mengetahui betapa salahnya beberapa di antaranya. Mari kita beberapa mitos yang salah pada orgasme wanita.

Semua wanita menginginkan orgasme G-spot

Ini hanya omong kosong. Memang benar banyak wanita menginginkan orgasme G-spot, tetapi benar-benar hanyalah mitos kalau semua wanita menginginkannya. Untuk beberapa wanita, ketika G-spot miliknya mendapat rangsangan (bahkan dengan cara yang benar sekalipun), akan menghasilkan suatu sensasi yang hanya dapat digambarkan sebagai sesuatu yang sangat tidak nyaman. Itu dapat membuat wanita tersebut merasa ingin buang air kecil secara tiba-tiba dan hal itu bukanlah suatu hal yang menyenangkan. Hal itu juga bisa menyebabkan rasa sakit. Kenyataannya, semua tindakan merangsang G-spot dapat mengganggu beberapa wanita yang dapat membuat gairah mereka langsung hilang sama sekali. Memang benar, beberapa wanita suka dirangsang bagian G-spot-nya, tetapi banyak juga yang tidak suka.

Wanita butuh pasangan berkemampuan seks tinggi untuk orgasme

Banyak pria bangga pada dirinya sendiri akan kemampuannya membuat seorang wanita bisa mengalami orgasme (dan kemampuannya sudah mendapat pujian), tetapi tanggung jawab terbesar dari suatu orgasme pada wanita terletak di wanita itu sendiri. Sangatlah normal bagi seorang wanita jika sulit mengalami orgasme secara vaginal, dan karena itulah terdapat klitoris. Di sini artinya seorang wanita tetap dapat mencapai orgasme yang luar biasa walau pasangannya masih perjaka dengan pengalaman yang terbatas dan kurang banyak tahu tentang hal memuaskan tersebut. Usaha dari seorang pria memang sangat membantu, tetapi jika seorang wanita tidak bisa memperoleh orgasmenya, tanggung jawab terbesar tetap berada di wanita itu sendiri. Dan juga banyak wanita yang mengalami kecemasan, sama seperti yang dialami pria. Jika seorang wanita masuk dalam kategori ini, bahkan pria dengan kemampuan seks terhebat pun tidak akan bisa membuatnya orgasme, sekeras apapun usahanya.

Wanita perlu orgasme untuk menikmati dirinya sendiri

Mitos orgasme ini jauh dari kebenaran. Seks terasa menyenangkan tidak perduli seseorang mencapai orgasme atau tidak. Dan ketika dikombinasikan dengan tingkat keintiman, suatu pengalaman dapat sangat memuaskan tidak perduli wanita itu mencapai klimaks atau tidak. Bahkan banyak wanita lebih menyukai foreplay daripada seks yang sebenarnya dan orgasme. Kenapa demikian? Karena untuk beberapa wanita, hal-hal seperti ciuman, pelukan dan belaian jauh lebih mendatangkan kepuasan dibandingkan dengan apa yang Anda lihat dari film porno. Jika Anda mengombinasikan semua tindakan yang penuh kasih sayang ini dengan penetrasi yang perlahan dan terus menerus, kebanyakan wanita akan sepenuhnya terpuaskan di akhir sesi percintaan Anda.

Orgasme vaginal lebih baik dari orgasme klitoral

Mitos orgasme ini sama seperti membandingkan apel dan jeruk.Dasarnya di sini, kedua orgasme itu sama-sama menyenangkan dan menghasilkan kadar kepuasan yang sama. Satu alasan mengapa orgasme vaginal dianggap sebagai ekstasi yang turun dari alam adalah karena jarangnya itu terjadi. Secara statistik, diperkirakan 30% dari wanita tidak pernah mengalaminya dan hanya 30% yang mengalami itu secara teratur. Hal ini berarti Anda punya kemungkinan yang sangat besar menikah dengan wanita yang tidak akan pernah mengalami orgasme vaginal. Meski sering dianggap enteng, seharusnya orgasme klitoral tidak boleh diremehkan begitu saja. Orgasme jenis ini bisa menimbulkan sensasi yang luar biasa dalam situasi yang tepat, dan beberapa wanita lebih menyukainya. Orgasme klitoral juga luar biasa dan tidak ada alasan untuk mengasihani wanita yang tidak pernah mengalami orgasme lewat rangsangan pada daerah vagina.

Wanita tidak bisa berejakulasi?

Siapa saja yang masih mempercayai mitos orgasme seperti ini, benar-benar tidak pernah menonton film porno yang bagus. Wanita benar-benar dapat mengalami ejakulasi, dan beberapa di antaranya bahkan bisa lebih kuat (dan juga dengan volume yang lebih banyak) daripada pria. Ini merupakan suatu hal baru yang perlu penelitian lebih lanjut, tetapi ada banyak bukti yang mendukung klaim tersebut. Kita tahu kalau wanita berejakulasi lewat saluran kencing, sama seperti pria. Ejakulasi pada wanita mengandung cairan yang sama dengan apa yang ada di ejakulasi pada pria. Cairan ini diproduksi pada prostat wanita, organ tubuh yang sama persis dengan yang ada pada pria, walaupun lebih kecil. Wanita akan mengalami ejakulasi jika G-spot-nya dirangsang, tetapi tidak semua wanita dapat mengalami ejakulasi. Jadi jika dia tidak mengalami akhir tanpa ejakulasi, jangan anggap dia tidak menikmati semua itu.

Orgasme

Suatu penelitian ada yang menyatakan bahwa sekitar 70 persen wanita berpura-pura orgasme demi menyenangkan pasangannya. Beberapa ciri orgasme wanita mungkin perlu diketahui oleh kaum pria untuk melihat apakah pasangannya benar-benar mengalami orgasme atau sebatas pura-pura. Orgasme pada wanita memang tidak mudah didapat.

Rata-rata wanita mengalami orgasme selama 13-51 detik. Bila ingin orgasme lebih lama, cobalah senam Kegel. Senam ini bisa meningkatkan kekuatan dan durasi orgasme.

Sebanyak 50 persen wanita di dunia mengaku pernah memalsukan orgasme.

Hanya sekitar 42 persen wanita yang bisa mencapai klimaks saat bercinta. Jika Anda ingin menambah jumlahnya, fokuskan pada kegiatan foreplay. Lakukan foreplay minimal 20 menit saat akan bercinta. Bila perlu, Anda bisa memakai bantuan sex toys.

Percaya atau tidak, jumlahnya mencapai 95 persen. Kenapa cara ini sangat efektif? “Karena area klitoris lebih sensitif daripada vagina. Jadi, saat terjadi stimulasi di bagian ini, akan menghasilkan kenikmatan lebih besar dibandingkan penetrasi vagina,” jelas psikolog seks Dr. Petra Boynton.

Wanita memerlukan waktu rata-rata 20 menit untuk mencapai orgasme, sejak dimulai penetrasi seks. Namun jangan langsung frustasi jika setelah 20 menit, Anda belum juga mendapatkannya. Waktu yang dibutuhkan pria maupun wanita sebenarnya tidak berbeda jauh. Hanya saja, wanita biasanya lebih lama terangsang gairah seksnya daripada pria. Wanita yang telah mendapat mood bercinta, bisa mencapai orgasme hanya dalam beberapa detik.

Setiap wanita memiliki reaksi yang berbeda saat mencapai orgasme, dan tidak ada indikator atau petunjuk pasti bagaimana mengetahui apakah kita sudah mencapai orgasme atau belum. Untuk memperdalam lebih jauh, berikut beberapa petunjuk untuk mengenali bahasa tubuh saat mencapai puncak :

  1. Tubuh akan terasa lebih tegang saat orgasme terjadi. Mungkin saat diajak bicara, kita hanya bisa diam. Nafas yang tak beraturan dan gerakan yang semakin liar, adalah pertanda awal menuju orgasme. Pada saat itu, vagina akan terasa mengembang dan mengerut. Meski tidak dapat dirasakan, biasanya pelumas dalam vagina akan meningkat.
  2. Saat mulai orgasme, vagina akan mengalami kontraksi kecil. Saat permulaan orgasme, Anda mungkin akan merasa seperti mengalami gempa dahsyat. Tanpa sadar Anda akan bersuara dan melenguh, serta membuat gerakan tak beraturan. Tapi ada juga yang saat orgasme hanya diam, tidak membuat gerakan sama sekali.
  3. Banyak anggapan, kerasnya puting payudara adalah tanda orgasme wanita. Tapi anggapan tersebut salah, sebab itu adalah pertanda seorang wanita bereaksi terhadap rangsangan atau reaksi tubuh terhadap atmosfir sekitar.
  4. Beberapa wanita, saat ejakulasi akan mengeluarkan cairan dari saluran kemih yang terbuka sebagai reaksi terjadinya orgasme. Tapi bisa juga tak terjadi pada sebagian wanita. Cairan ejakulasi yang keluar dari saluran kemih ini, bukan urin. Bukan pula dari cairan vagina karena tidak licin. Keluarnya cairan ini, pertanda Anda telah mengalami orgasme.
  5. Ada kemungkinan seorang wanita mencapai orgasme beberapa kali, selama perangsangan. Sedang beberapa wanita lainnya memerlukan jeda sebentar, antara orgasme yang satu ke orgasme berikutnya, meski terus dirangsang. Sebagian wanita lainnya bahkan dapat beberapa kali orgasme nonstop – tanpa jeda.

 

Membuat Wanita Orgasme Tanpa Bercinta

Segala macam cara dapat dilakukan pria jika ingin merasakan puncak kenikmatan seksual. Mulai dari masturbasi hingga bercinta dapat menjadi solusi. Namun, banyak pria tidak mengerti mengenai orgasme wanita. Apalagi kaum Hawa kadang berpura-pura telah mencapai klimaks untuk menyenangkan pasangannya. Sebenarnya, tanpa bercinta perempuan juga bisa merasakan kenikmatan seksual. Boleh jadi, lima cara di bawah ini dapat membuahkan hasil bagi Anda yang ingin membuat pasangan Anda orgasme:

1. Oleskan pelumas pada “Miss V”

Cobalah membasahi bagian luar vagina sampai ke dalam liang dengan menggunakan pelumas untuk pemanasan. Hal ini dilakukan agar saat memijatnya, vagina tidak kesat. Jangan sepelekan hal ini. Pasalnya, vagina mudah lecet atau terluka saat terkena penetrasi dari benda tumpul.

2. Bermainlah dengan jari telunjuk

Tahap kedua masih bisa dibilang mudah. Kini tugas Anda adalah melakukan penetrasi ke dalam vagina dengan menggunakan jari telunjuk. Gerakkan telunjuk Anda lurus dan membengkok hingga membentuk huruf “u” terbalik secara berulang, lakukan sambil mendorong pelan dan teratur ke arah anus. Perlakuan ini dapat membuat wanita lebih relaks di daerah tersebut.

3. Tekan C-Spot

Setelah Miss V terasa mengendur, jangan jauhkan jari telunjuk Anda dari surga kaum Hawa itu. Kini yang harus dilakukan adalah membalikkan telunjuk Anda dan bengkokkan hingga membentuk huruf “u” secara berulang. Selanjutnya, mulailah mendorong klitoris dengan perlahan hingga raut wajah pasangan Anda berubah. Tahap ini boleh dibilang sulit bagi sebagian pria lantaran tidak mengetahui persis letak klitoris. Lakukan penetrasi terhadap klitoris per dua detik.

4. Mainkan ibu jari

Kali ini Anda memerlukan bantuan ibu jari Anda sebagai pemain pengganti telunjuk. Mainkan ibu jari dan ulangi cara kedua. Bedanya, kali ini Anda harus memijat bagian atas Miss V dengan jari telunjuk. Bila sulit, lakukan hal ini dengan dua tangan. Dengan cara ini, bisa jadi pasangan Anda akan menggelinjang kesenangan.

5. Sensasi pijatan

Pada tahap kelima, Anda cukup melakukan pijatan pada bagian luar atas Miss V. Caranya? Singkat saja. Gunakan telunjuk dan ibu jari untuk memijat dari atas ke bawah.

Saat wanita akan mencapai orgasme, jantungnya berdebar kencang. Jangan heran ketika ia memegangi tangan Anda kuat-kuat, atau mencari pegangan lain lantaran sudah tak kuat lagi menahan kenikmatan yang dialaminya. Ciri-ciri wanita orgasme lainnya adalah keluarnya cairan bening dari organ intimnya. Jika benar, selamat.. Anda telah berhasil membuat pasangan orgasme.

.

Sumber : dari berbagai sumber.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s