Malam Pertama Penuh Sensasi

Posted: Juli 14, 2012 in Artikel

Malam Pertama

Tak bisa dipungkiri, sensasi malam pertama akan terbawa sepanjang hayat.

Dian (nama samaran, 26) mengenang malam pertama sebagai kenangan indah yang tak mungkin diulang kembali. “Perih-perih enak,” tawa Dian berderai panjang. Apalagi Anto (bukan nama asli, 29), suaminya, waktu itu benar-benar perjaka tingting. Mereka sama-sama baru melakukan hubungan seksual saat itu.

Lain Dian, lain pula Nuniek (nama asli disamarkan, 28). Sebelum menikah, karyawan bank ini telah menyiapkan diri dengan mempelajari apa yang jangan dilakukan di malam pertama. Nuniek pantang menonton VCD porno. Ia tak mau merangsang diri dengan khayalan, lalu berfantasi malam pertamanya akan berlangsung seseru di video. Pendek kata, segala gambar atau buku yang menaikkan libido, ia jauhi kira kira empat bulan sebelum hari H. Jadi, ia melangkah memasuki kamar pengantin betul-betul polos dan pasrah.

Jadi, kalau toh Arief (30), suaminya ternyata punya organ seks tak sebesar dan sedahsyat yang di VCD, atau daya tahannya kedodoran jauh ketimbang si pria di film, ia tak terlalu kecewa. Ia sungguh nerimo ing pandum (menerima ikhlas bagiannya), sebab ia mencintai Arief apa adanya, bukan lantaran “aksesori”-nya.

Pantangan kedua, ini nasihat dari ibunya turun temurun, adalah menjauhi makan atau buah yang mengandung banyak air, semisal semangka, ketimun, bangkuang. Karena, “Kata nenek, nanti becek,” bisik Nuniek jenaka. Maksudnya, merangsang perlendiran berlebihan pada vagina. Tentulah akan terlalu licin rasanya bagi Arief, daya “cengkeram” pun melemah.

Pantang ketiga, nah ini dari kakak dan teman yang sudah lulus malam pertama, jangan rusak mood (suasana hati) yang sedang membubung naik, dengan kata-kata negatif. Misal, “Aduh, jangan begitu dong, sakit” atau “Nggak mau ah, jijik”, dan lain-lain. Selanjutnya, Nuniek akan berusaha menikmati setiap detik yang terjadi di atas arena. Apa yang dilakukan dan diberikan Arief, akan diresponsnya dengan reaksi yang bermuatan emosi. Misal remasan, cengkeraman, desahan, lenguhan, atau teriakan kecil. Ia akan ikut menopang konsentrasi Arief dengan juga memusatkan perhatian pada hubungan seksual yang sedang dilakoni.

Mengenai posisi, ia dan Arief sebelumnya telah sepakat, tidak akan mencoba posisi yang aneh-aneh pada malam pertama. Yang penting, target malam pertama, yakni melakukan penetrasi berhasil (walau belum sepenuhnya sempurna). Lalu Nuniek pun tak merasakan sakit, sehingga mereka berdua bisa merasakan nikmatnya orgasme.

“Jadilah malam pertama ‘kenangan terindah dalam hidupku’,” senandung Nuniek, menirukan tembang band Samsons.

 

Berbulan Madu Jika Mampu

Selain menghabiskan malam pertama di rumah orangtua atau rumah mertua (kalau belum punya rumah sendiri), pasangan pengantin baru biasanya mencari tempat syahdu untuk menikmati hari-hari indah mereka. Masa reses itu biasa disebut bulan madu. Tak semua pasangan bisa melakukannYa. Selain berbiaya tinggi, lamanya cuti nikah pun kadang tak mencukupi.

Kalau memang punya cukup duit, tak ada salahnya menghabiskan waktu di luar kota. Pergi ke Bali misalnya, agar istri bisa bebas mengenakan lingerie seksi tanpa dipelototi tetangga, atau mandi spa biar tubuh bersih dan wangi. Suasana kamar dapat saja dibikin temaram, dengan dominasi cahaya lilin. Kalau masih kurang romantis, bisa ditambah dengan bunga-bungaan yang wanginya merangsang indera penciuman.

Seperti mitos yang dikandungnya, bulan madu terasa manis dikecap dalam kenangan, sepanjang masa. Karenanya, janganlah manisnya perkawinan begitu gampang dicampakkan, hanya oleh cobaan kecil yang terasa sepah. Buanglah sepah, agar manis tak habis-habis.

Tidak semua pasangan bisa sukses menjalani malam pertama. Ada beberapa yang gagal dan kegagalan itu justru jadi pengalaman unik untuk mereka. Salah satunya pasangan ini yang gagal menjalani malam pertama karena Mr. Happy tersesat dari Miss V.

Lisa dan Ardi, sebut saja begitu. Keduanya mendapatkan pengalaman unik sekaligus lucu saat malam pertama usai menjalani pesta pernikahan 25 April 2004 silam.

Lisa menceritakan, hari itu sebenarnya persiapan pernikahan sudah berlangsung heboh. Di luar perkiraan, pada pukul 02.00 dini hari, kakaknya yang sedang hamil tua mengalami pecah ketuban. Alhasil keluarganya pun harus pergi ke rumah sakit bersalin. Padahal akad nikah akan dilangsungkan pukul 09.00 WIB.

Di pagi hari, Lisa cukup panik karena orangtuanya belum juga pulang dari rumah sakit. Hingga dua jam sebelum pernikahan, kedua orangtuanya belum juga datang. Baru pada pukul 08.00, mereka tiba di rumah, lokasi akad nikah dilangsungkan.

Usai pesta pernikahan, Lisa dan Ardi merasa sangat lelah. Apalagi setelah sebelumnya ada ‘drama’ proses kelahiran kakak Lisa. Namun karena sudah tidak sabar dan penasaran, rasa lelah itu tidak terlalu dirasakan sehingga mereka memutuskan untuk mencoba bercinta.

Agar momen malam pertama lebih intim, Lisa dan Ardi bercinta dengan kondisi lampu dimatikan. Dikisahkan Lisa, dia bercinta tanpa foreplay terlebih dulu.

Saat sudah siap bercinta inilah insiden kecil terjadi. “Suamiku terlalu pede. Akhirnya slip, aku kesakitan, teriak, nangis,” tutur Lisa seorang karyawan swasta saat bercerita pada wolipop Kamis (31/5/2012).

Tangisan dan teriakan Lisa itu membuat malam pertama mereka tak dilanjutkan. Keesokan harinya, keduanya pun pergi ke rumah sakit tetap kakak Lisa yang baru saja melahirkan dirawat. Di sana mereka kemudian memutuskan sekalian memeriksakan diri ke dokter kandungan. “Bilang ke dokter, malah diketawain. Akhirnya dikasih obat,” ceritanya.

Setelah diobati, Lisa siap untuk mencoba lagi bercinta dengan Ardi. “Masih sakit-sakit tapi nggak seperti hari pertama,” kata Lisa yang mengaku kerap masih merasa trauma atas pengalaman malam pertamanya itu.

Pengalaman unik dan lucu di malam pertama ini tidak hanya dialami Lisa dan Ardi. Dokter kandungan dan seksolog, dr. Prima Progestian mengatakan, ada beberapa pasiennya yang memiliki masalah serupa. Pernah ada seorang pasien dr. Prima yang sampai Miss. V nya rusak hingga melukai usus.

“Sampai harus dioperasi, dijahit lagi. Mungkin karena (penetrasinya) kencang banget sehingga kena bagian vagina belakang yang berbatasan dengan rongga perut,” tutur dokter yang berpraktek di Brawijaya Women & Children Hospital dan RS Muhammadiyah itu saat berbincang dengan wolipop Kamis (25/5/2012).

Pada pasangan yang akan menikah dan menjalani malam pertama, dr. Prima biasanya akan menyarankan mereka untuk membaca soal bagaimana proses hubungan intim yang ideal. Hal ini dilakukan agar kesalahan-kesalahan seperti dialami orang-orang di atas, tidak terjadi. “Seperti harus foreplay dulu agar lubrikasi cukup,” jelasnya.

Bagaimana dengan menonton film dewasa, apakah bisa jadi proses belajar? Dokter yang menulis buku ‘Panduan Ingin Hamil : Cara Menentukan Masa Subur’ itu tidak menyarankannya.

“Orang nonton film blue bisa salah. Dipikir itulah yang benar. (Kalau mau menonton-red), pilih film-film yang mengkhususkan pada sexual education, sexual pleasure yang menceritakan dari sisi keilmuannya,” saran dr. Prima.

 

Jangan versi dr. Silvia W. Lestari, konsultan seksolog :

  1. Jangan paksakan diri jika kondisi tubuh dan mood pasangan masih capek.
  2. Jangan langsung “action”. Jika pria diibaratkan sebagai api, wanita adalah air. Walau api lebih mudah terbakar, sesuaikan dulu hingga air mendidih.
  3. Jangan asal masuk. Lakukan penetrasi dengan lembut dan perlahan agar wanita tak merasa sakit. Bagaimana membuat penetrasi menjadi sensasi yang mengenakkan wanita adalah seni tersendiri di malam pertama.
  4. Jangan main tancap gas. Memompa terlalu keras bisa menyebabkan iritasi. Walau wanita didominasi rasa nikmat, sesudahnya akan terasa perih.
  5. Jangan menyakiti pasangan. Tidaklah bijak meniru adegan memukuli pasangan seperti dalam film porno. Itu kelainan seks.
  6. Jangan mengeluarkan kata-kata yang merusak mood. Rayulah wanita, lumerkan suasana. Wanita pasti takluk.
  7. Jangan bersikap kasar, egois, menyinggung perasaan istri. Suasana hatinya bisa rusak.
  8. Jangan langsung balik badan setelah ejakulasi. The best play dimulai dengan foreplay (pemanasan), dilanjutkan interplay (saat intercourse), dan diakhiri dengan afterplay (pendinginan). Semua sama pentingnya. Dengan afterplay yang baik, setelah istirahat sejenak, bisa dilanjutkan dengan ronde berikutnya.

 

Buat Yang Belum Mau Hamil :

Bagi para pengantin baru yang tidak ingin langsung punya anak, dr. Silvia memberi sejumlah tips, antara lain:

  • Pakailah kondom, selain untuk alat kontrasepsi, bisa pula untuk mempermudah penetrasi di malam pertama. Pada wanita bisa digunakan kontrasepsi diafragma atau spiral.
  • Atau praktikkan kontrasepsi alami, berupa senggama terputus (ejakulasi di luar vagina), dan pantang berkala (tidak melakukan hubungan seksual pada masa subur).
  • Saat malam pertama, tidak disarankan menggunakan kontrasepsi buatan misal pil, susuk dan suntik. Sebab, di awal pernikahan tak diketahui tingkat kesuburan seseorang, dikhawatirkan malah akan memicu infertilitas (ketidaksuburan).

.

 Sumber: dari berbagai sumber.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s