Jembatan Runtuh Karena Korupsi?

Posted: November 28, 2011 in News

Jembatan Roboh

Pasal tindak pidana korupsi dan kelalaian yang menyebabkan timbulnya korban jiwa dapat dikenakan bagi pihak bertanggung jawab dalam runtuhnya jembatan Kutai Kartanegara, di Kalimantan Timur, Sabtu (28/11) kemarin.

Kadiv Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution mengatakan polisi akan menyelidiki kasus ini bersama tim gabungan dari Kementerian Pekerjaan Umum.

Pemeriksaan akan dilakukan untuk memastikan penyebab ambruknya jembatan itu. Apakah karena penggunaan bahan bangunan yang tidak semestinya atau ada hal lain.

“Misalkan spesifikasi yang seharusnya tahan untuk 10 tahun keatas, lalu dikurangi kualitasnya agar untungnya besar maka pasal korupsi ini bisa dikenakan,” ujarnya ketika dihubungi Republika, Ahad (27/11).

Tidak hanya itu, pihak yang bertanggung jawab juga dapat dikenakan unsur pasal kelalaian yang menyebabkan munculnya korban jiwa. Sebagaimana diketahui setidaknya empat orang tewas dalam kejadian tersebut.

Untuk diketahui jembatan Kutai Kartanegara dibangun 1995 dan selesai 2001 oleh kontraktor PT Hutama Karya. Jembatan ini juga dikenal sebagai Golden Gate-nya Kalimantan karena menyerupai jembatan di San Fransisco, Amerika Serikat

.

Baru berumur 10 Tahun

Mantan Ketua Umum Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN) Malkan Amin menilai ada yang salah atas peristiwa ambruknya  jembatan Tenggarong, Kalimantan Timur.

“Pasti ada yang salah. Kegagalan konstruksi atau life time sebuah  jembatan itu 100 tahun. Ini umurnya 10 tahun sudah runtuh, ini adalah yang salah,” kata Malkan kepada Tribunnews.com, Minggu (27/11/2011).

Jembatan Kutai Kartanegara yang melintasi Sungai Mahakam di Kalimantan Timur runtuh, Sabtu (26/11/2011), sore, runtuh disaat banyak kendaraan dan orang melintasi jembatan yang menghubungkan Samarinda dan Balikpapan ini. Belum diketahui penyebab runtuhnya jembatan namun muncul spekulasi karena sering ditabrak oleh kapal besar yang lalu lalang di bawahnya.

“Dalam etika konstruksi kita dipesankan setiap kegagalan kontruksi tidak boleh langsung buru-buru mengambil kesimpulan. Tunggu investigasi dan uji laboratorium,” kata Malkan.

Menurut Malkan dalam dunia konstruksi jembatan umur jembatan bisa ditentukan dengan kualifikasi tekhnis yang dimiliki jembatan tersebut tentu dengan dibarengi perawatan-perawatan terencana selama dalam proses pengoperasiannya.

“Dalam investigasinya akan diketahui nanti apakah jembatan sudah sesuai standar pelaksana atau tidak. Apakah jembatan mampu menerima beban berjalan atau beban kejut misalnya kalau kendaraan tiba-tiba ngerem karena itu ada beban tambahan. Seperti apa beton, kawat yang digunakan, dan sebagainya. Itu semua bisa diivestigasi dan ditemukan penyebabnya,” kata Malkan.

Dia mengatakan uji laboratorium di Puslitbang PU di Bandung akan membuktikan apa penyebab runtuhnya jembatan yang baru berumur 10 tahun itu.

.

Ada Indikasi Penyelewengan

Jembatan Kutai Kertanegara di Kalimantan Timur, Sabtu (26/11) pekan kemarin, roboh. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mensinyalir ada penyimpangan dalam proses pembuatan dan perawatan jembatan sepanjang 710 meter ini.

“Yang jelas robohnya jembatan itu ada indikasi kecurangan dalam proses pembuatannya. Misalnya kapasitas bahan bangunan seperti besi dan semen dikurangi sehingga membuat tingkat keawetannya tidak sesuai dengan perencanaan atau spesifikasi teknis sejak dari perencanannya,” kata Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan, M Jasin, di kantor KPK, Jakarta, Senin (28/11).

Namun, Jasin mengatakan KPK tidak bisa menangani jika ada indikasi penyelewengan yang dilakukan pejabat negara dalam proses pembangunan itu. Karena, jembatan itu dibangun pada 1995 di mana berdasarkan aturan undang-undang KPK hanya menangani korupsi di atas tahun 1999.

Namun, lain halnya jika penyebab robohnya jembatan itu karena ada kelalaian dalam pemeliharaanya. Jasin mengatakan hal tersebut merupakan wewenang Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang memeriksanya. BPK bisa melakukan penelusuran apakah dana pemeliharaan itu diselewengkan untuk kepentingan pribadi atau dialokasikan ke bidang lain yang sifatnya melanggar administrasi keuangan negara.

“BPK dulu yang memeriksa keuangannya. Kalau ada indikasi tindak pidana korupsi dalam penggunaan dana pemeliharaan itu, maka itu tugas KPK untuk menindaknya,” katanya.

Usia jembatan itu belum termasuk tua. Jembatan Kutai Kertanegara (Kukar) yang juga dikenal dengan nama jembatan Tenggarong atau jembatan Mahakam 2 ini mulai dibangun tahun 1995 dan mulai beroperasi tahun 2001.

.

Sumber : http://id.berita.yahoo.com

.

.

Komentar :

Satu lagi tindakan oknum pejabat yang hanya ingin memperkaya diri sendiri, mengakibatkan korban di pihak rakyat. Entah kenapa di Indonesia rakyat seakan-akan selalu saja menjadi kaum minoritas yang tertindas, padahal di dalam UUD 1945 telah jelas-jelas disebutkan bahwa “kedaulatan negara tertinggi ada di tangan rakyat”. Jadi beginilah nasib para pemegang kedaulatan tertinggi di Indonesia? Selalu harus bersabar, sabar, dan sabar diatas penindasan kaum yang berkuasa?

Memang penyelidikan masih terus dilakukan terkait insiden ambruknya jembatan Kutai Kartanegara ini, sehingga kita tidak bisa begitu saja mengambil kesimpulan secara sepihak. Semoga saja hasil penyelidikan nantinya akan dapat diumumkan secara gamblang dan apa adanya, tanpa ada yang ditutup-tutupi. Seandainya dugaan kalau ternyata jembatan ini ambruk karena adanya unsur korupsi di dalam proses pembangunannya adalah benar, maka TERKUTUK-lah engkau wahai para pendosa!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s