Gara-gara Bellagio, Jakarta “Mendunia”

Posted: November 28, 2011 in News

Blackberry Murah

Sejumlah media asing ikut memberitakan penjualan diskon Blackberry Bellagio yang ricuh pada Jumat (25/11/2011). Jakarta yang menjadi lokasi penjualan perdana Blackberry 9790 (Bellagio) makin “dikenal” masyarakat dunia.

RIM sengaja memilih lokasi Jakarta sebagai tempat peluncuran Blackberry Bellagio pertama di dunia. Seminggu setelah peluncuran khusus bagi media, RIM juga sudah membuat geger karena membagikan Blackberry Bellagio kepada seluruh undangan secara gratis. Sepekan kemudian, RIM kembali membuat gempar dengan menyediakan Blackberry Bellagio yang didiskon 50 persen kepada 1000 orang pembeli pertama.

Seperti dikutip Slashgear, RIM sukses membuat Blackberry begitu populer bagi masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta gara-gara diskon besar ini. Masyarakat tumpah ruah untuk mengantri dan sempat ada pembeli yang cedera serta pingsan. Sekitar 200 anggota polisi dan mobil ambulans pun ikut berjaga-jaga mengamankan penjualan ponsel tersebut.

Media Phonesreview di Inggris menulis penjualan ponsel Blackberry di seluruh dunia mengalami penurunan. Namun, penjualan ponsel tersebut di Indonesia justru mengalami kenaikan.

Selain itu, media tersebut menulis masyarakat di negara lain sudah berpindah membeli iPhone dan ponsel Android, tapi Indonesia ternyata masih menjadi pasar terbesar bagi penjualan Blackberry. Bahkan, Indonesia mendapat julukan “Blackberry Nation“.

Research In Motion (RIM) mengakui bahwa penjualan perdana BlackBerry Bold 9790 atau sering disebut sebagai Bellagio di Pacific Place, Jakarta, Jumat (25/11/2011) terpaksa dihentikan. Hal tersebut karena terjadinya kericuhan di antrean penunjung yang membludak untuk mendapatkan diskon 50 persen.

“Seiring dengan membludaknya jumlah peminat BlackBerry di Pacific Place, kami memutuskan untuk menutup acara demi menghindari ketidaknyamanan serta menjamin keamanan orang-orang yang terlibat di keramaian,” demikian pernyataan resmi RIM yang diterima Kompas.com, Sabtu (26/11/2011).

Dalam pernyataan tersebut, RIM juga mengaku menjual lebih dari 1.000 unit BlackBerry Bold 9790 karena permintaan yang sangat tinggi saat penjualan perdana. Sebelumnya, RIM hanya menjanjikan kepada 1.000 pembeli pertama akan mendapatkan diskon 50 persen pembelian BlackBerry Bold 9790 dari Rp 4,6 juta menjadi Rp 2,3 juta.

Karena iming-iming diskon tersebut, antrean calon pembeli membludak bahkan melebihi jumlah yang ditawarkan. Akibatnya sempat terjadi kericuhan di antara pengantre. Awalnya, panitia membagikan gelang warna hitam kepada pengantre sebagai tanda mendapat prioritas, namun karena desakan calon pembeli lainnya, pengantre tanpa gelang pun dapat masuk ke barisan. Hal inilah yang memicu desak-desakan sehingga menyebabkan puluhan orang pingsan. Polisi pun akhirnya menghentikan penjualan dan membubarkan antrean.

Mulai Sabtu ini, BlackBerry Bold 9790 tersedia di semua gerai-gerai penjualan BlackBerry yang bekerja sama dengan distributor resmi PT Teletama Artha Mandiri (TAM), PT Comtech, dan PT Selular Media Infotama. Namun demikian penawaran potongan harga 50 persen telah selesai dan Bold 9790 dijual dengan harga normal. Indonesia merupakan negara pertama yang menjadi pasar Blackberry Bold 9790 karena menurut RIM Indonesia merupakan potensi pasar terbesar.

.

Apa Sih Istimewanya Si Bellagio?

Bellagio

Rebutan membeli BlackBerry terbaru yakni BlackBerry Bold 9790 atau Bellagio, terus berbuntut panjang karena menelan korban luka-luka yang jumlahnya tidak sedikit. Kejadian di Pacific Place, Jakarta, Jumat (25/11) ini, penyelenggara akhirnya dianggap terancam pasal 360 KUHP.

Apa sih yang membuat ribuan calon pembeli rela antre untuk mendapatkan BlackBerry Bold 9790 yang didiskon 50% ini? Apakah memang begitu istimewa? Atau memang untuk mencari untung bisa dijual kembali dengan harga resminya nanti Rp 4,5 juta? Kayaknya kebanyakan yang bernafsu membeli memang lebih condong pedagang.

Bellagio sendiri kalau menilik bentuk fisiknya tak beda jauh dengan BB seri Bold sebelumnya. Spesifikasi Blackberry Bellagio, secara umum adalah OS 7 BlackBerry yang dijalankan prosesor kecepatan 1 GHz. Untuk memori internal sebesar 8 GB.

Mungkin kelebihan lain yang menjadi unggulan Bellagio adalah Qwerty plus touchscreen. Qwerty plus touchscreen ini tampaknya sedang dikembangkan oleh BlackBerry karena produk anyar lainnya seperti BB Touch 9900 yang pertama dilepas ke pasaran dengan harga Rp 6,5 juta, juga menganut pola yang sama.

Bila melihat animo masyarakat ketika peluncuran perdana dari Bellagio yang sengaja berlangsung di Indonesia, tampaknya BlackBerry masih akan tetap menjadi primadona. Memiliki gadget yang satu ini memang bisa membuat gengsi sedikit naik.

.

Indonesia, Negara BlackBerry

Research in Motion (RIM) terlihat susah payah mempertahankan bisnisnya, terutama setelah dilanda sejumlah masalah. Penjualan BlackBerry buatan RIM terus menurun, tablet RIM BlackBerry PlayBook pun kalah bersaing dengan iPad atau tablet berbasis Android lain.

Tak hanya itu, beberapa waktu lalu RIM mengalami gangguan terparah di sejumlah benua. Ini menyebabkan pelanggan BlackBerry pun mulai beralih ke smartphone lain, seperti iPhone 4S atau smartphone berbasis Android.

Tapi, BlackBerry tampaknya tetap berkibar di Indonesia. Sebuah stasiun televisi Kanada, CBC News, kemudian membuat liputan yang mengungkap betapa berjayanya BlackBerry di Indonesia saat ini, hingga Indonesia pun mendapat sebutan: BlackBerry Nation.

Smartphone besutan produsen ponsel asal Kanada ini digunakan oleh banyak pihak, mulai dari penjaga taman nasional di Bali hingga siswa Sekolah Dasar. Tak heran BlackBerry masih menguasai 46 persen pasar smartphone di Indonesia.

Penjaga Taman Nasional Bali Barat Hery Kusumanegara mengaku BlackBerry memudahkan komunikasinya, walaupun dia sering berada di hutan atau daerah pelosok lain. “Saya bekerja di hutan, saya benar-benar butuh agar bisa dihubungi, dan ini mudah karena BlackBerry,” ucap Hery.

Begitu pula di salah satu SD di kawasan elit Menteng, Jakarta Pusat. Di kelas 6, ada 24 dari 42 siswa yang memiliki BlackBerry. Guru mereka pun harus mengumpulkan BlackBerry siswa ini agar tak mengganggu kegiatan belajar mengajar.

Layanan yang dimiliki BlackBerry disebut menjadi alasan masih banyaknya konsumen di Indonesia menggunakan BlackBerry, terutama BlackBerry Messenger. Apalagi, layanan BlackBerry bisa didapat hanya dengan biaya Rp80 hingga Rp150 ribu per bulan. Harga sebuah BlackBerry pun bisa didapat mulai dari harga Rp1,8 juta.

Analis dari Canalys Research Daryl Chiam menyebut, negara berkembang di Asia memang masih menghasilkan banyak keuntungan untuk RIM. Laman CrackBerry mencatat, setidaknya 56 persen pendapatan BlackBerry didapat dari negara berkembang.

Gregory Wade, petinggi RIM di Asia Tenggara Jepang dan Korea, mengatakan RIM akan memperhatikan pasar dari negara berkembang. Wade juga mengatakan BlackBerry akan mengupayakan layanan BlackBerry bisa digunakan semua individu di Indonesia dan negara berkembang, dengan harga lebih terjangkau.

Mengingat banyaknya keuntungan yang didapat RIM dari pelanggan BlackBerry di Indonesia, tak heran banyak yang ‘kebakaran jenggot’ saat mendengar RIM membangun pabrik di Malaysia, dan bukan di Indonesia.

Terlepas dari pertimbangan yang diambil RIM dalam membangun pabrik di Malaysia, negara berkembang Asia memang terlihat menjanjikan bagi keberlanjutan bisnis RIM. Di tengah semakin merosotnya saham RIM dan popularitas BlackBerry, apakah pasar Indonesia bisa menjadi penyelamat RIM? Tentu konsumen di Indonesia yang bisa menjawabnya.

.

Sumber : Dari berbagai sumber

.

.

Komentar :

Untuk berita ini hanya ada satu komentar: MEMALUKAN! Ketika berita ini sampai ke telinga dunia mungkin dunia hanya bisa tersenyum – karena kalau gue tulis tertawa, mungkin ada beberapa pihak yang akan merasa tersinggung – Bagaimana tidak? Hanya demi sebuah ponsel pintar berharga miring buatan negara lain, yang hasil penjualannya jelas-jelas sebagian besar juga dinikmati oleh negara lain, kita rela terlihat seperti “gelandangan” yang berebutan makanan. Martabat bangsa ini telah dipermalukan oleh bangsa kita sendiri.

Entah kenapa pola konsumerisme di kalangan masyarakat Indonesia tidak pernah bisa hilang. Bangga menggunakan produk luar dan selalu menilai orang hanya sebatas merk. Pernahkah kita sadar kalau di mata dunia Indonesia hanya dilihat sebagai pasar tempat mengeruk keuntungan? Perdagangan bebas 2020 akan segera menjelang, dan saat itu tiba kita bangsa Indonesia sepertinya hanya akan tetap menjadi konsumen bukan produsen.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s