Weekend

Posted: Juli 16, 2011 in Other Stories

.

PART 1

Ini cerita bulan lalu ketika suami dinas ke luar negeri. Kalau tidak salah tanggal 23 juni yang lalu. Sehari sebelumnya, hari jumat sore sekretaris saya menanyakan besok malam ada acara tidak kepada saya. Dia tahu suami sedang dinas ke luar negeri. Sekretaris saya bilang kepada saya bahwa besok malam mau bikin acara makan-makan dengan anak-anak kantor, staff saya. Mereka memang sering bikin acara-acara seperti ini, maklum masih muda-muda. Saya bilang ke dia bahwa mau lihat-lihat dahulu, kalau tidak ada acara saya mau hadir. Mereka mengadakan acara di salah satu restoran tekenal di Jakarta selatan.

Rxxxx

Pada malam minggu itu memang saya tidak ada acara apa-apa. Ketika berias untuk bersiap-siap pergi, saya agak bingung juga mau pakai baju apa. Maunya sportif, santai tapi menarik di lihat. Setelah agak lama memilih baju akhirnya saya pilih baju terusan warna merah terang. Bahannya dari kaus yang elastis yang ngepas di badan sehingga tidak terlalu risih untuk bergerak. Bawahnya agak mini dengan sedikit belahan di bagian depan paha kiri. Bagian dadanya agak terbuka dan ada belahan kicil meruncing di tengah terus sampai sebatas bawah buah dada saya. Sebenarnya paling cocok tidak pakai bra lagi di dalamnya, soalnya kalau pakai bra pasti terlihat bra nya dari celah belahan itu dan di bagian punggungnya bisa kelihatan juga karena rendah di belakang, tapi kalau tidak pakai terkesan terlalu berani. Jadi saya coba pakai cup bra, seperti dahulu waktu saya pakai di acara pesta suami saya, hanya busa spons yang pas menutupi dada saja. Celana dalamnya kalau tidak salah waktu itu warna hitam, tapi yang jelas celana dalam yang mini dan model ‘T back’ di belakangnya supaya dari belakang tidak mengecap garis celana dalam saya.

Malam itu saya pakai mobil model 2 seat kesenangan suami, karena dia jarang pakai dan kebetulan dia lagi tidak ada, tidak ada salahnya.

Sampai di restoran sekitar jam tujuhan dan anak-anak kantor dan beberapa rekan kerja sudah datang sedang menikmati minuman ringan dan sedang melihat lihat menu makanan. Anak-anak begitu melihat saya segera menyambut saya melambai-lambaikan tangan, tarik sana tarik sini, minta duduk di kursi yg masih kosong di dekat mereka, apalagi sekretaris saya sempat bilang, “wah…Mbak, malam ini cantik dan sexy sekali…”. Saya jadi sedikit gr dan tersipu-sipu tidak enak. Mereka menyambut begitu mungkin karena memang saya jarang ikut acara-acara mereka diluar kerjaan, jadi sekalinya datang mereka begitu antusias, apalagi saya ini dekat dengan mereka-mereka.

Saya akhirnya memilih duduk di salah satu sudut meja yg kebetulan hanya ada dua kursi. Saya duduk disebelah salah satu staff pria saya, sebutlah namanya Dani (bukan nama asli). Anaknya masih muda, cakep dan ganteng, tapi dia sopan dan dia termasuk staff yang baik dan rajin di kantor saya.

Acara berlangsung cukup meriah juga, penuh tawa dan canda. Dani pun sepertinya juga cukup membuat meriah suasana dengan berbagai humor dan lelucon yang kadang-kadang sedikit menyerempet-nyerempet ceritanya. Dalam suasana yang meriah itu saya sempat berkali-kali mempergoki si Dani mencuri pandangan ke saya yang segera dia menolehkan ke arah lain. Saya pun berpura-pura tidak begitu memperhatikan dan acuh tak acuh. Saya tahu berkali kali dia melirik ke paha saya yg sedang bersilang kaki dan juga matanya yang mengarah ke sekitas dada saya. Maklum anak muda.

Setelah acara makan selesai kami tidak segera bubar, tapi kami pindah tempat ke bar stand yang ada di restoran itu untuk terus memeriahkan malam minggu. Tapi ada juga yang kemudian pulang, seperti beberapa rekan kerja dan beberapa staff wanita. Yang berada di bar stand itu sebagian besar staff prianya dan saya satu-satunya senior staff. Seperti biasa, kalau sudah cowok-cowok yang kumpul, ceritanya mulai berani-berani, apalagi alkohol sudah masuk, lupa mereka itu bahwa saya ini atasan mereka. Belum lagi yang nakal-nakal mengganggu saya dengan cerita-cerita sekitar sex. Tapi memang staff saya ini pada dekat dengan saya sehari harinya.

Tidak terasa malam semakin larut, akhirnya kami pulang. Ketika akan pulang, beberapa staff pria sempat menawarkan saya untuk diantar pulang, tapi saya mengelak karena saya bawa mobil sendiri. Saat kami bergerombol mau pulang di tempat parkir saya lihat si Dani sedang di tawari teman-temannya untuk menumpang mobil. Saya pun ikut nimbrung sambil iseng bertanya kepada mereka, “Emangnya kamu dimana tinggalnya?…”. Ternyata dia tinggal tidak begitu jauh dari tempat saya dan saya pasti melewati apartement nya. Langsung saja saya panggil dia, “Dan, ikut aku saja…sejalan kok”.

Tadinya dia agak malu-malu karena diledeki teman-temannya, tapi akhirnya dia mau juga. Ketika mau naik mobil, dia menawarkan diri untuk dia yg bawa mobilnya, tapi saya tolak, biar saya saja yang membawanya. Di jalan saya sempat melihat dia melirik-lirik ke paha saya yg terbuka karena rok saya yang mini menjadi lebih tertarik ke atas karena jok mobil yang rendah. Tapi saya biarkan saja pura-pura tidak tahu, malah saya jadi lucu melihatnya. Ingat waktu masih pacaran dengan suami, dia sering mencuri-curi mengintip paha saya. Di tengah jalan dia bertanya, “Mbak mau langsung pulang?…”. “Memang kenapa?…kamu mau ngajak jalan-jalan apa?…”, saya membalasnya dengan nada becanda. Dia sedikit mesem-mesem dan mengajak dengan agak malu-malu untuk mampir di salah satu pub&bar di sekitar kemang.

Saya tidak terlalu lama berfikir, dirumah juga tidak ada siapa-siapa, anak-anak juga lagi tidak dirumah, “boleh…boleh, enggak apa-apa nih, nanti ada yang marah enggak?”. Dia sedikit tersenyum dan bilang tidak apa-apa. Tidak lama kemudian kami pun sampai. Karena malam minggu, jam segitu pun masih saja ramai. Lebih banyak tamu yang muda-muda di sana, orang-orang asing pun banyak terlihat. Tadinya saya ingin duduk di bar stand, senang bisa melihat bar tender bekerja, tapi penuh jadi di meja biasa saja. Kami duduk berhadap-hadapan. Awalnya pembicaraan kita cukup santai dan penuh tawa, walaupun kesannya lebih banyak ngeledek dia. Malam itu dia terlalu banyak minum sehingga kemudian saya tegur, “Eh Dan…kamu kebanyakan minum malam ini, besok kamu pusing loh…”. Tapi dia membalasnya dengan sangat yakin tidak apa-apa. Kemudian dia mulai cerita dan menanya-nanya masalah pribadi, seperti gimana saya kenalan dengan suami dan gimana waktu itu pacarannya dll. Bagai mana sekarang dengan suami, juga sedikit nanya seputar sex, karena dia melihat kok kami cukup bebas tapi tetap selalu harmonis dan mesra kelihatannya. Saya jawab dan menasihati dia seperlunya saja. Lalu saya balik bertanya tentang pribadi dia, hubungannya dengan pacarnya dll. Ternyata dia sedikit ada problem dengan pacarnya dan seputar kehidupan sexnya yang kalau saya dengar sepertinya hanya masalah komunikasi yang kurang nyambung, sepertinya dia terlalu egois terhadap pacarnya. Lama lama dia bicaranya seperti adik yang mengeluh ke kakaknya, apalagi dia sudah mabok lagi. Saya sedikit menghibur dia agar hatinya sedikit terhibur, dan ini kesempatan untuk saya ajak pulang dia, karena sudah larut malam. Dia pun setuju dan kami pun pulang.

Waktu itu saya sempat merasakan ada sesuatu yang dia harapkan dari saya, matanya yang penuh arti. Tapi entah lah, mungkin waktu itu saya juga sudah agak mabok karena cukup banyak juga saya minum.

Dia tinggal di apartement sekitar jalan TB Simatupang, di depannya ada jalan toll. Karena sudah malam sekali tempat parkir dan sekitarnya juga sudah sepi sekali. Dia saya antar ke kamar apartement nya di tingkat sepuluh. Saya khawatir karena di sedang mabok, takut ada apa-apa nanti menuju kamarnya. Tangannya sambil di genggam saya bawa masuk ke gedung. Di loby gedung ada dua satpam yang jaga, saya beri salam dan mereka membalasnya. Di depan pintu masuk kamarnya dia masih sempat mencari cari kunci masuk di celananya. Setelah masuk kami duduk di ruang tengah dan kemudian saya ke kulkas mengambil air putih dingin. Dia saya suruh minum air putih yang banyak untuk mengurangi maboknya dan supaya fresh sedikit. Saya juga ikut minum, karena saya juga sedikit pusing kebanyakan alkohol. Kemudian saya minta izin ke toilet nya sebentar. Di dalam saya sempat mencuci muka biar agak fresh, karena saya masih harus bawa mobil. Saya juga sempat merapihkan pakaian saya yang sedikit agak kusut, dan ketika itu saya sempat melepas cup-bra saya, entah kenapa saya membukanya kalau di ingat sekarang saya juga lupa.

Ketika kembali ke ruang tengah, si Dani masih duduk di sana dan sedang meubah-rubah chanel tv. Saya kembali duduk di sebelah dia dan menanyakan, “sudah segaran Dan…”. Dia bilang sudah lumayan. Dia saya nasihati lagi karena kebanyakan minum. Seingat saya waktu itu kemudian suasana menjadi hening, dan entah bagaimana kepala kami saling mendekat dan dia mencium saya. Ciumannya terasa begitu nafsu dan tergesa gesa. Saya pun membalas ciumannya dan kami terus bercumbu, setelah itu tangannya ke dada saya dan meremas-remas buah dada saya. Saya menjadi terangsang dan enak sekali, apalagi saya sudah tidak pakai bra lagi. Saya biarkan terus tangan si Dani demikian. Tapi ketika tangannya mau masuk ke balik baju saya dan mau memegang langsung, tangannya saya tahan dan terus saya segera berdiri menuju jendela teras. Setelah itu karena tidak enak mungkin dia minta maaf ke saya, tapi saya tidak membalasnya dan hanya melihat keluar jendela dan kemudian saya bertanya, “Dan…jendelanya boleh di buka tidak, aku ingin menghirup udara luar..”. Dia bilang boleh dan jendela pun saya buka dan keluar teras. Angin malam silir-silir terasa. Saya berdiri di pagar teras dan memandang lampu-lampu jalan dan gedung sambil sedikit menahan perasaan, tapi heran saya merasakan celana dalam saya membasah dan terus semakin basah. Kemudian saya panggil dia, “Dan…sini Dan..”. Dia tidak menjawab tapi tidak lama kemudian saya mendengan suara kakinya menuju teras dan mendekat di belakang saya, kemudian saya bilang, “Boleh Dan….tapi lupakan ya malam ini…jangan kamu ingat-ingat lagi”. Dia hanya terdiam dan tidak lama kemudian terasa tangannya menyentuh dan mengusap-usap paha saya dan sedikit demi sedikit tangannya naik dan terasa rok saya tertarik sampai atas. Kemudian tangannya ke selangkangan dan jarinya menggesek-gesek bagian sensitif saya dari atas celana dalam. Dia sempat bilang “Mbak sudah basah sekali”. Mendenga itu saya tambah terangsang dan saya semakin merenggangkan kaki. Kemudian saya merasakan jarinya menyelinap ke balik celana dalam dan terus masuk ke vagina saya. Gerakan jarinya enak sekali, dia pintar memainkan jarinya, apalagi setelah dia menambah jarinya untuk masuk ke vagina saya. Saya sendiri sudah tidak ingat lagi apakah waktu itu saya sempat mengeluarkan suara atau tidak. Kemudian tangan yang satu dari belakang meremas-remas buah dada saya. Beberapa saat saya biarkan dia begitu karena saya juga merasa enak sekali.

Kemudian saya membalikkan diri dan berhadap-hadapan dengan dia. Tangannya seperti tergesa-gesa merauk baju di kedua pudak saya dan ditarik ke bawah hingga terbuka dada saya. Kemudian dia menjilat dan mengisap-isap puting saya, saya benar benar terangsang dan sudah tidak bisa mengatur diri lagi, pasrah sama anak muda ini. Saya juga mulai gemes dan menggenggam kemaulannya dari atas celananya, terasa sudah menegang dan terasa ukurannya besar. Begitu penasaran hingga saya menarik kepalanya yang sedang berada di dada saya dan saya cium bertubi-tubi. Dia saya dorong sedikit-sedikit ke belakang sampai menubruk kursidi belakang dia. Kemudian saya paksa duduk dia. Resleting celananya saya buka dan segera bersama dengan celana dalamnya saya turunkan. Dia hanya diam melihat apa yang saya lakukan. Ukuran penisnya cukup besar dan tidak sabar lagi saya untuk menciumnya. Agak susah saya mengutarakannya dengan tulisan perasaan waktu itu. Seperti ketika oral dengan suami, saya senang mencium dan menjilat sekitar ujungnya. Baru sebentar saja sudah terasa cairannya keluar sedikit dari ujungnya. Pria rata-rata memang sepertinya paling tidak tahan kalau yg ujungnya di hisap atau di jilat dengan ujung lidah. Selanjutnya saya mulai melakukan oral. Terasa penisnya penuh di mulut. Tapi baru sebentar dia sudah tidak tahan minta segera dilepas karena takut keluar di mulut.

Setelah saya lepas dari mulut, dia sedikit lega, tapi saya segera naik ke atas dia yang sedang duduk di kursi pantai itu. Saya juga sudah tidak sabar lagi, kapan celana dalam dilepas juga saya tidak ingat lagi. Penisnya saya genggam dan sedikit-sedikit saya masukkan ke saya, terasa penis yang besar itu masuk ke saya. Dia sedikit menarik nafas ketika penisnya masuk ke saya.

“Dan…tahan ya, jangan cepat cepat…”, saya sempat bicara demikian ke dia. Ketika saya mulai gerak, dia berkali-kali mendesah dan memanggil-manggil nama saya. Saya juga tidak bisa menahan perasaan yang enak itu dan berkali kali menyebut-nyebut nama dia.

Akhirnya dia tidak tahan juga berdiam diri, segera dia memeluk saya dan membenamkan mukanya ke dada saya. Saya hanya dapat mengelus-elus rambutnya yang ikal itu. Berkali-kali penisnya saya jepit dan setiap di jepit, saya juga merasakan enak di dalam vagina. Tapi dia tidak bisa lama-lama, dia bilang sudah tidak tahan lagi, tapi saya tidak ingin selesai sekarang, saya sedang benar-benar menikmati punyanya (maaf terus terang bilang demikian…). Dia takut sperma nya keluar di dalam saya, tapi saya sudah bilang biar keluar di dalam, aman. Belum sempat saya puas dia akhirnya keluar juga, terasa berkali-kali keluar dari penisnya. Saya diam sampai dia tenang, dan sebelum berdiri aku berbisik ke dia, “Aku pulang dulu ya…”.

Ketika saya keluar apartement nya dia masih duduk di teras. Saya segera turun dan menuju mobil dan segera pulang.

Malam itu saya di rumah sendirian tidur, tapi tidur dengan nyenyak karena capai.

 ***************

PART 2

Rxxxx

Keesokan harinya, hari minggu saya terbangun agak siang karena malamnya pulang sudah dinihari dan agak banyak meminum alkohol sehingga sedikit mabok. Pagi itu saya segera bangun dan berganti baju untuk joging di sekitar rumah. Pulang joging sebelum ke kamar saya duduk sebentar di kursi ruangan makan untuk sedikit istirahat dan minum juice segar dahulu.

Ketika kembali ke kamar saya baru sadar bahwa tidak terlihat handphone saya. Di meja rias tidak ada, di tempat tidur juga tidak terlihat. Saya tanyakan ke pembantu untuk memeriksa mobil yang saya pakai kemarin, tapi juga tidak ada. Kemudian saya kembali ke kamar dan sedikit mengingat ingat, apakah tertinggal di restoran atau di tempat lain tadi malam. Akhirnya saya coba untuk menelpon ke handphone saya sendiri. Nada terdengar, tapi tidak di angkat angkat. Saya coba berkali kali, baru kemudian ada yang mengangkat, suara laki-laki dengan sedikit ragu untuk menjawab, tapi setelah saya tanya lebih lanjut, ternyata itu adalah si Dani, staff kantor saya. Ternyata handphone tertinggal di apartement nya ketika mengantar dia semalam. kemudian saya katakan pagi ini saya akan ambil, karena siang saya ada acara sampai sore.

Tanpa memikir apa-apa lagi saya segera menuju kamar mandi untuk mandi pagi, tidak lupa cuci rambut karena sudah bau tidak sedap, bau asap rokok bekas dari restoran tadi malam. Selesai mandi terus mengeringkan rambut dan berias di meja rias. Pagi itu saya memilih pakaian yang cukup santai dan adem untuk di pakai, baju terusan dari katun bercorak bunga dan panjang sampai melebihi lutut, tapi tidak berlengan.

Saya keluar rumah, mobil sudah menunggu di depan dan segera saya masuk. Supir saya suruh pergi menuju apartement si Dani. Karena jaraknya tidak jauh, beberapa menit kemudian mobil sudah sampai dan saya segera turun kemudian menuju lift. Ketika sampai di depan apartement nya, segera pintu saya ketuk, Dani pun membukakan pintu, kelihatan dia sedang bersantai, memakai T-shirt dan celana pendek. Tadinya saya tidak mau berlama lama di sana, tapi karena dia minta saya minum dulu dan katanya ada yang mau dibicarakan, akhirnya saya jadi duduk dulu di sana. Dia sedikit mengeluh karena kepalanya agak pusing, dan saya katakan itu karena kebanyakan minum alkohol semalam. Kemudian dia menuju kamar tidurnya dan membuka pintunya lebar-lebar dan tidak di tutup lagi. Saya menoleh ke sana, terlihat satu tempat tidur yg agak besar dan di dinding kamarnya terlihat foto-foto dia dan yg paling besar foto dia bersama pacarnya. Dari luar terlihat begitu rapih.

Tidak lama kemudian terdengar Dani memanggil saya untuk masuk ke kamarnya. Tanpa ragu-ragu saya masuk dan duduk di ujung tempat tidurnya yg tertutup bed cover. Kemudian dia mengeluarkan handphone punya saya dan satu kantong plastik kecil dan kemudian diserahkan ke saya sambil mengatakan yang di plastik ini adalah celana dalam saya dan katanya sudah dia cuci, terlihat mukanya agak merah karena malu. Saya sedikit surprise, tapi kemudian saya tersenyum penuh arti. Tapi tidak lama setelah itu tiba tiba Dani duduk berlutut di lantai tepat di depan saya dan memandang dengan penuh rasa bersalah. Dia minta maaf atas kejadian semalam yang mungkin karena mabok sehingga sampai terjadi kejadian seperti tadi malam, tapi selanjutnya dia mengungkapkan sejujurnya perasaan dia. Selama ini ketika di kantor dia sering mencuri curi memandangi saya, ketika di lift, ruang rapat dan setiap melintas di sekitar meja dia. Dani mengakui tidak bisa membohongi dirinya sendiri karena memang dia punya perhatian khusus kepada saya, naluri jiwanya selalu memanas. Tapi selama ini dia selalu memendam nafsunya itu dalam-dalam, karena dia menganggap hal yang angan-angan saja.

Sebenarnya dia ini tipe cowok yang rajin, sopan dan ganteng. Di kantor pun dia termasuk staff yang baik, pacarnya pun kelihatan cantik di foto. Tapi entah mengapa dia begitu tertarik dengan penampilan saya.

Terus dia melanjutkan pengakuannya bahwa tadi malam dia begitu panas hatinya melihat penampilan saya dan suasana membuat dia bisa lebih dekat berbincang-bincang dengan saya. Sampai ketika pulang tidak di duga ada tawaran dari saya untuk ikut mobil saya pulang ke rumah. Di dalam mobil dia mengakui timbul berbagai gejolak hati yang tidak ingin menyia nyiakan kesempatan ini, sampai dia nekat mengajak saya pergi ke pub&bar di sekitar Kemang. Apalagi saya setuju saja untuk pergi ke sana. Untuk menenangkan dirinya dia mencoba minum sampai akhirnya malah dia mabok. Tadinya saya pikir dia seperti sedang ada masalah, karena minta saran ini itu dan menanyakan tentang kehidupan pribadi saya dll. Ternyata masalahnya justru karena saya……

Tapi kejadian di apartement nya semalam menurut dia hal yang begitu indah dan bergairah. Bahkan berlalu terlalu cepat sehingga tidak dapat menikmati lebih lama lagi, dan ini membuat dia setengah penasaran dengan saya, karena merasa dia belum sempat memperlihatkan kegagahan dia dan memberi kenikmatan kepada saya.

Mendengarkan isi hati Dani yang begitu polos, membuat hati menjadi berbagai perasaan, rasa iba dan juga membuat hati memanas, terasa sesuatu dari dalam tubuh mengalir cepat. Terasa celana dalam membasah, saya juga menjadi bingung.

Dani minta dan memohon supaya saya memberi kesempatan seperti tadi malam ke dia, dan setelah itu dia berjanji akan melupakan dan tidak akan menyinggung nyinggung soal ini lagi.

Beberapa saat kami terdiam, suasana begitu hening, saya hanya bisa memandang jendela yang besar di kamar tidurnya. Sinar pagi yang masuk dari jendela itu begitu menyilaukan. Kemudian saya berdiri dan jalan menuju jendela. Kemudian, “Dan… tolong bukakan resleting baju di belakang ini…” dengan suara agak pelan. Dengan cepat dia mendekat ke saya dan suara resleting baju terdengar, perlahan lahan resleting turun sampai habis ke bawah dan punggung merasakan udara kamar yang sedikit panas karena sinar matahari yang masuk. Kemudian dengan lembut dia menurunkan baju dari bagian pundak, dengan cepat baju terusan saya meluncur jatuh ke lantai, saya tetap diam dan hanya memandang ke luar jendela. Terasa dia mulai menciumi rambut saya dari belakang dan terasa bibirnya menyentuh kuduk dan berkali kali mengecupnya, saya menjadi terangsang ketika itu dan terus dia menciumi punggung saya. Kemudian terasa dia membuka kancing bra, saya membantu melepaskan bra itu. Terus dia memegang kedua lengan saya dan membalikkan badan saya sehingga membelakangi jendela dan menghadap langsung ke Dani. Dia sudah melepas T-shirt nya dan hanya memakai celana pendek. Dia memandang muka saya dari dekat dan salah satu tangannya memegang dan meremas remas buah dada saya. Kemudian dia mencium saya dengan nafsunya dan saya pun menerimanya dengan saling menghisap lidah. Saya begitu terangsang hingga terasa celana dalam saya semakin basah.

Terus bagaimana saya tidak ingat lagi tapi kemudian saya duduk di tempat tidurnya dan terus merebahkan diri. Kemudian Dani menggenggam celana dalam saya dan berusaha melepasnya. Saya bantu dia dengan sedikit pinggul diangkat sehingga dia mudah menurunkan. Terus kedua kaki saya dia pegang dan perlahan-lahan dia buka hingga selangkangan saya terlihat lebar-lebar, kemudian kaki saya tekuk. Sambil menciumi paha saya, sedikit demi sedikit kepalanya terus naik ke atas. Ciumannya begitu membuat saya terangsang dan mungkin saya juga tidak sadar sudah sedikit mendesah, apalagi ketika bibirnya sudah dekat benar dengan selangkangan. Kemudian dia berkata ” Mbak…sudah basah sekali…keluar banyak sekali”. Mendengar itu saya jadi bertambah terangsang, “Dani…jilat…jilat..dan minum dong punya mbak…”. Muka dani segera membenamkannya di selangkangan saya, dan tidak tahan lagi, kepalanya saya pegang dengan agak kuat dan saya tekan ke mulut vagina. Terasa dia mulai menjilat dan menciumi sekitar klitoris, dan terasa sekali lidahnya bergerak kesana kemari, susah rasanya untuk mengungkapkannya dengan kata-kata rasanya waktu itu, benar-benar nikmat, beberapa kali klitoris dia kulum di mulutnya. Tapi dia tidak sampai memasukkan lidahnya ke dalam vagina. Kalau ketika dengan suami, dia sering memasukkan lidahnya ke dalam vagina saya meskipun tidak terlalu dalam. Ini nikmat sekali, tidak seperti penis, lidah terasa seperti benda hidup yg bergerak berak di dalam vagina, apalagi suami begitu pintar memainkan lidahnya.

Seingat saya ketika seluruh badannya naik ke tempat tidur, dia sudah tidak mengenakan apa-apa lagi, mungkin menyopotnya ketika dia menjilat-jilat vagina saya.

Begitu tertariknya dengan penisnya, kemudian dia saya minta merubah posisi agar saya dapat mendekat ke penisnya. Ukurannya termasuk yang besar, segera saya pegang penisnya sambil mengelus-elus pangkal penisnya. Kepala penis beberapa kali saya kecup dan di jilat, terutama ujungnya yang ada belahan tempat cairannya keluar itu. Dengan ujung lidah sedikit ditekan, belahan ujung penisnya saya jilat, terasa asin…sedikit-sedikit terlihat cairan yg agak lengket itu keluar dari ujung penis. Terdengar suara Dani menahan karena terangsang mungkin. Kemudian kepala penis saya kulum dan saya mainkan dengan lidah berkali kali didalam mulut, yang paling senang ketika ujungnya saya hisap seperti menyedot minuman, penisnya berdenyut dan selalu keluar sedikit cairan dari ujungnya. Sementara itu dia terus menjilati vagina saya dengan posisi 69. Saya tetap terlentang dan dia berada di atas. Tapi terus dia memberi kesempatan ke saya dengan merubah posisi menjadi terbalik, saya berada di atas dia. Saya jadi lebih bebas melakukan oral, penisnya yg berukuran besar itu trus saya masukkan ke mulut sampai se maksimal mungkin. air liur sengaja saya keluarkan banyak agar terasa licin dan mudah mengeluarkan dan memasukkan penisnya kemulut.

Tidak seperti tadi malam, hari ini dia bisa bertahan lebih lama selama oral dengan dia. Jilatan dia di seputar klitoris juga enak sekali terasa, beberapa kali terasa jarinya juga masuk ke vagina, entah berapa jari, tapi yg jelas buka satu jari. Saya sedikit berangan-angan bagaiaman ketika dia dengan pacarnya, apakah seperti ini juga. Karena begitu asyiknya kita, tidak terasa udara kamar semakin panas karena jendela tidak dibuka. Saya merasa keringat dari sekitar leher mengalir ke bawah melewati belahan buah dada saya. Setelah agak lama dalam posisi 69 kemudian Dani mulai bergerak merubah posisi. Dia mundur ke bawah dan badannya keluar melewati selangkangan kaki. Terus dia berlutut di tempat tidur dan tetap menjaga saya untuk bungkuk dan menunduk, dia mulai mendekati mulut vagina dari arah belakang saya yg sedang menungging. pelan-pelan penis yg sedikit besar itu masuk ke dalam vagina, tapi sepertinya dia agak terasa susah ketika memasukkan penisnya, karena dia memasukkan sambil mengeluarkan suara, padahal saya sudah sangt basah dan licin. Ketika dia mulai bergerak memainkan penisnya keluar masuk kedalam vagina, dia berkata “Mbak….enak sekali ini….rasanya seperti mbak masih remaja saja….begitu kecang terasa seluruh dinding vagina menyentuh penis aku….”, sayapun tidak tahan dengan omongannya sehingga berkali kali saya jepit penisnya dan sediap di jepit, tangannya menggenggam pinggul saya lebih kencang lagi, sampai akhirnya dia menyudahi sendiri posisi ini. Terus dia merubah posisi, duduk berhadap-hadapan dan saya seperti di pangku dia. Terasa penisnya lebih masuk kedalam saya dan terasa ujungnya menyentuh bagian yg paling dalam. Dani dan saya dengan irama teratur menggerak-gerakkan pinggul masing masing sehingga terasa benar benar nikmat sekali. Saya tidak ingat lagi seberapa keras saya merintih, tapi katanya cukup keras. Memang waktu menjelang mendekati klimaks saya sudah tidak ingat apa-apa lagi, yg ada hanya nafsu sex saja. Badan saya dan Dani sudah basah dengan keringat.

Ketika sedak asyik dalam posisi ini. sempat Dani mengambil kondom yg ada di laci tempat tidurnya dan bermaksud mau memakainya, tapi terus saya tahan tangannya dan bungkus plastik kondom yg sudah robek sedikit terus saya rebut dan saya buang ke lantai. Saya bilang “enggak usah pakai itu….keluarin saja di dalam mbak….”. Kemudian dia mendorong saya sehingga saya terlentang di tempat tidur yang sudah mulai acak-acakan itu. Posisi sudah berubah menjadi posisi normal dan dia terus semakin cepat gerakkannya, dan saya bilang ke dia untuk keluar sama-sama. Beberapa saat kemudian dia mencapai klimaks, terasa cairan panas seperti mendorong ke dalam berkali kali, dan saya pun menyusul mencapai klimaks, berkali-kali saya jepit penis Dani sampai terasa badan begitu lemas dan tidak bergerak, hanya nafas yang terputus putus seperti habis lari pagi saja. Kemudian Dani menciumi bibir saya dengan ringan, dan sambil berbisik ke kuping saya, “terima kasih mbak…pagi yg begitu nikmat dan tidak akan saya lupakan….”. Dia rebahan di samping saya dan memandang ke langit langit, kemudian saya merubah posisi miring kesamping menghadap dia, “benar ya…jangan diingat-ingat lagi hari ini, simpan saja di hati kamu…” kata saya. Kemudian saya bangun dan duduk di tepi tempat tidur, terus bra dan celana dalam yg tadi dipakai saya ambil dan saya berikan ke Dani “ini untuk kamu….terserah mau di simapan atau tidak, tapi enggak usah di kembalikan…”. Dia menerima denga begitu senangnya. “tapi celana dalam yang kemarin, aku ambil ya…” saya meneruskannya.

Saya sempat pinjam kamar mandinya untuk mandi. Saat membersihkan sekitar selangkangan kaki dan mulut vagina, terlihat banyak sekali sperma Dani yang putih kental itu keluar kembali. Berkali-kali saya bersihkan sampai tidak keluar lagi, kemudian saya pakai celana dalam yang semalam dan kemudian baju terusan yg tadi tanpa pakai bra, tapi sedikit tidak cocok dengan celana dalamnya, terbayang bayang warna hitam celana dalam itu dari balik baju yg saya pakai. Karena sedikit acak-acak, rambut saya ikat dan di naikan ke atas, juga jadi adem rasanya.

Lama juga saya di apartment nya Dani, sekitar 1 setengah jam mungkin. Kemudian saya kembali ke mobil dan minta supir ke salah satu mall di pusat kota. Dalam perjalanan saya tidur begitu pulas, sadar-sadar sudah sampai dan dibangunkan supir…..

Cukup risih juga selama di mall, karena tidak pakai bra dan bajunya agak tipis, jadinya sedikit kebayang bayang warna gelap di sekitar dada…..

.

Sumber : ratih65.netfirms.com

Special thanks to Rxxxxx

Komentar
  1. krisllua mengatakan:

    Bngung…it knp rxxxxx? It yg di emailny namany bkn?

    Re : Iya itu inisial namanya, gw bukan penulisnya gw cuma copas aja ke blog ni tentunya dengan seijin penulisnya kok

  2. goes metal mengatakan:

    pengen kenalan sm yg namanya Rxxxx.. itu bener wanita karir ya bang?

    Re : Gw juga ga kenal, ntar kalo udah kenal gw kasih tau deh hehe..

  3. rudiab mengatakan:

    Cerita -nya soft, nyantai bacanya….

    Re : apalagi ditemani secangkir kopi dan seorang – kalo bisa dua – wanita cantik, pasti tambah mantap!😀

  4. Ian de Leon mengatakan:

    Bos.. bisa minta lanjutannya dong.. kalo gak salah gue pernah baca (cuma lupa di mana) lanjutannya.. ceritanya dia dan Dani diutus oleh kantor dinas ke luar negeri atau luar kota lah.. bla.. bla.. bla.. Bisa tolong dicariin dong bos.. thank you

    Re : Yoi emang ada lanjutannya, ntar gw bakal posting dikesempatan berikutnya bro, ditungguin aja, thks.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s