Terima Kasih Alfred Riedl !

Posted: Juli 16, 2011 in News

Alfred Riedl

Jakarta – Alfred Riedl tak bisa menutupi kekecewaannya saat harus menerima fakta dirinya diberhentikan sebagai pelatih timnas Indonesia. Padahal dia cinta dan senang bekerja di tanah air.

“Padahal saya senang di sini. Saya tak punya masalah dengan siapa pun dan saya punya kenangan indah di Indonesia,” sahut Riedl kepada wartawan.

Riedl diikat PSSI, meski belakangan deal-nya disangsikan kepengurusan PSSI baru, pada tahun 2010. Sedianya kontrak dia akan berakhir pada tahun 2012 mendatang, meski kemudian diputus pada Rabu (13/7/2011) lalu.

Dalam periode singkat kepemimpinannya tersebut, Riedl sempat mencuri hati jutaan pencinta sepakbola tanah air saat mampu membawa timnas Indonesia tampil impresif di Piala AFF. Sayangnya, Indonesia gagal menuntaskan turnamen tersebut sebagai kampiun karena kalah dari Malaysia di final.

Namun, banyak pengamat menilai positif kinerja Riedl bersama timnas saat itu. Dia dianggap mampu menanamkan disiplin tinggi pada skuadnya, termasuk saat memutuskan mencoret Boaz Salossa yang dianggap indisipliner.

Riedl disanjung karena ketegasannya. Bukan sekadar hal-hal yang terkait dengan pasukannya di timnas, tapi juga termasuk saat dia sempat berseberangan pendapat dengan beberapa pengurus PSSI saat itu.

Riedl pun jadi bintang baru timnas Indonesia di samping para pemain semisal Irfan Bachdim, Firman Utina atau Cristian Gonzales.

Dan segala pengalaman yang didapat bersama timnas Indonesia dan suporter Merah Putih itu menjadi hal yang disebut Riedl memberi kesan kuat.

“Terima kasih Indonesia. Saya cinta berada di sini. Saya cocok dengan seluruh pemain dan juga pengurus. Ini menjadi bagian dari perjalanan karier saya.”

“Mungkin saya akan kembali, Anda tidak pernah akan tahu. Sepak bola adalah bisnis yang gila,” tuntas Riedl.

Meski saat Piala AFF dikenal tegas dan tanpa kompromi pada wartawan, Riedl membuktikan kalau dia bisa sangat ramah. Pelatih bertampang dingin itu dengan senang hati memenuhi keinginan pekerja media yang ingin berfoto bersama usai konferensi pers. Bahkan Riedl bersedia melayani sesi foto satu persatu dengan wartawan.

.

BIOGRAFI ALFRED RIEDL :

Alfred Riedl lahir pada tanggal 2 November 1949 di Wina, Austria. Dia merupakan seorang pelatih sepak bola dan mantan penyerang asal Austria. Sejak April  2010, ia resmi dikontrak oleh PSSI selama 2 tahun untuk bertugas sebagai Pelatih Timnas Indonesia.

Karier Klub

Alfred Riedl mengawali karier sebagai pemain sepak bola di klub lokal Austria  yaitu FK Austria Wien dan kemudian ia memutuskan untuk meninggalkan Austria untuk bermain di klub Belgia Sint-Truiden  pada usia ke 22 tahun. Setelah itu ia bermain selama 8 musim dalam Jupiler League (2 musim dengan Sint-Truiden, 2 musim dengan Royal Antwerp dan 4 musim bersama Standard Liège), kemudian Riedl sempat menikmati bermain untuk FC Metz di Perancis. Dia kembali ke Austria setelah setengah musim untuk bermain di Grazer AK dan kemudian bermain untuk Wiener Sportclub dan VfB Admira Wacker Mödling. Dia menyelesaikan musim dengan gemilang setelah meraih dua kali gelar sebagai pencetak gol terbanyak di Jupiler League.

Alfred Riedl telah 4 kali bermain untuk Timnas Austria, dan membuat debutnya pada bulan April 1975 melawan Timnas Hungaria.

Pelatih Klub

Karier kepelatihan Riedl di klub diawali dengan melatih klub asal Maroko yaitu Olympique Khouribga pada tahun 1993-1994, setelah itu ia melatih klub asal Mesir Al-Zamalek tahun 1994-1995, kemudian Al Salmiya klub asal Kuwait, tahun 2001-03.

Riedl mengawali karier sebagai pelatih ketika ia ditunjuk untuk menangani Austria pada tahun 1990-1992 , lalu Liechtenstein tahun 1997-1998, Palestina tahun 2004-05, Vietnam tahun (1998-2001, 2003-04, 2005-2007), dan Laos (2009). Pada Piala Asia AFC 2007, ketika ia melatih Vietnam dan mengantarkan kemenangan 2-0 atas UEA dan membantu tim Vietnam untuk bisa lolos sampai ke perempat final untuk pertama kalinya dalam sejarah negara itu. Sayangnya, pada akhir tahun 2007, setelah kinerjanya dianggap buruk pada ajang SEA Games 2007, dia pun dipecat dan digantikan oleh pelatih Henrique Calisto dari Portugal.

Pada Oktober 2008, ia kembali ke Vietnam sebagai pelatih klub Xi Mang Hai Phong FC. Namun ia hanya bertahan 3 pertandingan saja karena kinerja yang dianggap buruk, dia pun diberhentikan. Pada tanggal 9 Juli 2009, ia menandatangani kontrak sebagai pelatih kepala Laos, kontrak berjalan dua tahun.

Pada tanggal 4 Mei 2010, Alfred Riedl ditunjuk sebagai pelatih baru dari Timnas Indonesia untuk melatih tim senior dan tim U-23.

Sumber : detiksport.com/gudang -biografi.blogspot.com

.

.

Komentar :

Anda pasti bertanya-tanya kenapa saya memasukkan berita ini ke dalam blog saya? Alfred Riedl memang tidak memiliki hubungan apapun dengan saya, bahkan saya tidak pernah bertemu langsung dengan mantan pelatih kepala Timnas Indonesia ini. Tetapi ketika gelaran Piala AFF 2010 lalu nama Riedl benar-benar membekas di hati saya. Bagaimana tidak, saya yang semula sama sekali tidak menaruh respek apapun terhadap Timnas Sepakbola Indonesia menjadi tersihir dan ikut dalam antuiasme kala itu. Lihat saja bagaimana seluruh pencinta bola, bahkan mungkin sebagian besar rakyat Indonesia saat itu bersatu padu meneriakkan kata “INDONESIA!!”. Pekik “Garuda di Dadaku!” mengalun hampir diseluruh penjuru negeri dan menjadi treding topic di Facebook dan Twitter. Dunia pun tercengang dibuatnya. Luar Biasa!! Kala itu hati saya bergidik hebat, mungkin semangat persatuan inilah yang dulu mampu membawa Indonesia menuju gerbang kemerdekaan di tahun 1945. Semangat persatuan yang sudah sejak lama sempat menghilang dari hati dan jantung rakyat Indonesia.

Semua itu bisa terjadi tentu salah satunya dikarenakan oleh sosok Alfred Riedl, yang dingin tegas dan disiplin. Riedl mampu membentuk karakter Timnas Indonesia menjadi kokoh dan pantang menyerah. Bahkan demi menjalankan tugasnya, Presiden sekalipun tidak mampu mengatur apa yang telah diyakininya benar. Terlepas dari hasil di partai final Piala AFF 2010, apa yang telah dilakukan oleh Riedl memang sangat layak untuk diberikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Namun, kisruh bernuansa politik dan berebutan kekuasaan di tubuh PSSI membuat apa yang telah dibangun oleh Riedl menjadi sia-sia belaka. Prestasi Timnas Indonesia kembali terpuruk. Bahkan bulan Juli 2011 ini, pengurus baru PSSI secara resmi mendepak Riedl dari kursi kepelatihan dengan alasan sepele: kontrak yang tidak jelas! Apakah ini yang disebut dengan peribahasa “habis manis sepah dibuang”? Silakan menilai sendiri dengan hati nurani masing-masing.

Namun apapun keputusan PSSI, saya Pendekar Maboek tetap memberikan apresiasi yang luar biasa atas apa yang anda kerjakan di Indonesia Mr. Riedl! Terima kasih atas segalanya. Semoga di tempat lain anda akan bisa lebih dihargai dan berprestasi dengan lebih baik lagi. Good bye Mr. Riedl, may God bless you!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s