Waxing Organ Intim Tingkatkan Gairah

Posted: April 20, 2011 in Artikel

KOMPAS.com — Banyak wanita yang memiliki terlalu banyak bulu di tangan, ketiak, atau tungkai diserang rasa tidak percaya diri. Karena itu, membasmi bulu atau waxing kini sudah jadi bagian dari penampilan wanita yang dianggap fashionable. Seiring perkembangan zaman, waxing juga kian merambah daerah sensitif atau organ kewanitaan.

Waxing

Dalam beberapa tahun terakhir ini semakin banyak saja artikel di media yang memublikasikan berbagai metode waxing untuk daerah kewanitaan. Mulai dari yang hanya merapikan bulu kewanitaan, hingga digunduli.

Dalam sebuah survei yang dilakukan terhadap 2.451 perempuan berusia 18-68 tahun diketahui bahwa kerapihan bulu di organ kewanitaan ini merupakan hal yang penting. Akan tetapi, mayoritas responden kurang suka jika area tersebut digunduli.

Menurut survei yang dilakukan oleh tim dari Indiana University itu diketahui hanya 20 persen dari wanita muda (usia 18-24 tahun) yang mencukur rambut kewanitaannya sampai botak dalam satu bulan terakhir.

Sementara itu, hanya 12 persen dari perempuan dewasa (25-29 tahun) yang melakukan waxing pada organ intimnya. Wanita berusia 30-an bahkan lebih sedikit lagi, hanya 9 persen saja. Adapun wanita berusia di atas 40 tahun mayoritas mengatakan tidak berminat untuk menggunduli bulu kewanitaan mereka.

Yang menarik, mayoritas wanita mengaitkan kerapihan bulu kewanitaan dengan fungsi seksual dan citra diri yang positif. Mereka mengakui, hal itu membuat mereka lebih bergairah dan lebih puas secara seksual, meski hal itu tidak berkaitan dengan orgasme. Dengan kata lain, mereka merasa lebih seksi, lebih nyaman, dan tertarik untuk memperlihatkan kewanitaan kepada pasangan, apalagi bila penampilannya halus bebas bulu.

Lantas, bagaimana pandangan pria mengenai hal ini? Ketika ditanyakan kepada para mahasiswa, mayoritas mengatakan bahwa menggunduli bulu kewanitaan adalah hal yang aneh. Sebagian bahkan mengaku tidak suka karena hal itu mengingatkan mereka pada adik perempuan mereka.

Para pria muda itu lebih suka bercinta dengan wanita dengan ciri organ kewanitaan wanita dewasa pada umumnya, termasuk bulu kewanitaan. Singkatnya, dirapihkan boleh, digunduli jangan!

.

Mereka Yang Kontra

Tak hanya menghilangkan bulu kaki dan bulu ketiak, banyak wanita ternyata juga ingin menghilangkan bulu vagina nya. Padahal hal tersebut tidak baik untuk dilakukan.

Wax Style

Para wanita yang bermaksud ingin memberikan kepuasan bagi pasangannya menjadi ingin melakukan waxing vagina supaya suaminya makin puas ketika berhubungan intim. Bagi sang wanita sendiri, waxing vagina dilakukan untuk membuat tubuhnya nampak mulus dan lembut. Waxing vagina pada awalnya dimaksudkan untuk memberi rasa percaya diri ketika memakai bikini saat dipantai tapi belakangan justru menjadi sebuah trend untuk ‘menggunduli’ vagina sehingga bulu vagina tidak ada lagi. Padahal prosesnya sangat sakit karena memakai lilin hangat dan ditarik sedemikian rupa.

Organ reproduksi wanita yang ada didalam harus mendapat proteksi yang sepenuhnya. Maka organ reproduksi luar juga sebaiknya dilindungi, seperti mons pubis, labia mayor dan minor, klitoris dan perrineum. Efek waxing sangat buruk bagi kesehatan vagina karena dapat mengakibatkan alergi dan iritasi. Efek menyakitkan yang lain adalah timbulnya merah-merah pada kulit, rasa panas dan perih. Jadi sebaiknya anda berpikir 1000 kali jika ingin melakukan waxing vagina karena organ kewanitaan anda tersebut butuh perlindungan dan bukannya untuk disakiti dan digunduli demi alasan kepuasan pasangan semata.

Menurut teman saya yang hobby melakukan waxing, hal itu dilakukan agar tubuhnya kelihatan halus, lembut dan mulus. Oke lah alasan itu masih bisa saya diterima, namun untuk “wax vagina” apa alasannya? menurutnya biar tambah puas hehehe. Mungkin saja itu hanya sebuah tren mode yang dibungkus sedemikian apik oleh marketing *dihajar rame-rama sama mbak salon spa brazillian wax*.

Awalnya wax vagina ini dilakukan untuk memberikan kepercayaan diri saat memakai bikini saat dipantai namun kini yang ngetren malah jadi membabat habis menjadi pelontos hehehe. Saya ga habis pikir kalo itu dijadikan alasan untuk meningkatkan kepuasan pasangan, memberikan sensasi, bla bla bla. Ini keliru besar dan prosesnya sangat menyakitkan… *membayangkan lilin hangat diletakkan dan aw aw  aw aw aw aw*

Menurut saya, organ reproduksi wanita ada jauh didalam, untuk itu organ reproduksi luar harus dilindungi sebagai benteng pertama terhadap serangan. Organ reproduksi luar wanita itu ada mons pubis (seperti gundukan kecil yang berisi lemak tipis), Labia Mayor dan minor, klitoris dan perrineum (batas antara vagina dan dubur).

Jangan berpikir kalo ini seperti pepatah, bersakit sakit dahulu dan bersenang-senang kemudian. Bagi mereka yang sering melakukan waxing, reaksi alergi dan iritasi paling sering terjadi. Belum lagi rasa panas, kemerah-merahan  dan agak perih yang ditimbulkan.  Jadi stop deh, menyakiti diri sendiri demi alasan “memberikan kepuasan” yang ada malah kepuanasan hehehe

Cantik luar dalam tidak harus dengan menyakiti diri.

.

Sumber : Dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s