Kenapa Wabah Ulat Bulu Menggila?

Posted: April 20, 2011 in News

Kenapa wabah ulat bulu menggila?. Demikian seorang teman pernah bertanya pada Alamendah tentang penyebab jutaan ulat bulu mulai jadi wabah menakutkan bagi manusia. Saya enggan berkomentar lantaran terus terang Alamendah termasuk orang yang gak suka ulat bulu. Melihat gambar ulat bulu saja seluruh bulu tubuh saya merinding. Apalagi kalau melihat ribuan ulat bulu yang menggila?.

Setelah menyerang Probolinggo kini wabah ulat bulu itu semakin meluas. Beberapa kota di Jawa Timur seperti Malang, Pasuruan, Lamongan, dan Bojonegoro juga mulai dilirik ulat bulu.

ulat bulu

Tidak hanya di Jawa Timur ulat bulu menggila. Ulat bulu juga mewabah di Yogyakarta, Kendal, Semarang dan Sukoharjo (Jawa Tengah) hingga Bandung dan Jakarta. Wabah ulat bulu juga mulai terjadi di luar Jawa seperti Bali.

Mengenal Ulat Bulu. Ulat bulu yang kini menjadi wabah di sejumlah daerah diduga berasal dari jenis Arctornis sp. dan Lymantria marginalis (di Jawa Timur), Cyana veronata (Yogyakarta), dan Daychera indusa (Kendal, Jawa Tengah).

Genus Lymantria dan Arctornis merupakan sekumpulan hewan ngengat (moth) anggota famili Lymantriidae. Sedang Cyana veronata merupakan anggota famili Arctiidae yang juga biasa disebut sebagai ngengat. Hewan ini sejenis dengan kupu-kupu (sama-sama anggota Ordo Lepidoptera) namun umumnya beraktifitas di malam hari (hewan nokturnal). Salah satu siklus hidup hewan ini adalah menjadi ulat bulu.

Ngengat mengalami metamorfosis sempurna (hemimetabolisme) yang siklus hidupnya terdiri atas telur, ulat bulu, kepompong (pupa atau chrysalis), hingga menjadi ngengat dewasa yang dapat terbang. Jumlah spesies ngengat dan kupu-kupu diperkirakan mencapai ribuan spesies. Di Indonesia saja diperkirakan ada sekitar 600-an spesies.

Kenapa wabah ulat bulu menggila?. Populasi ulat bulu biasanya akan mengalami peningkatan pada musim-musim pancaroba menjelang datangnya musim kemarau. Meskipun mengalami peningkatan tetapi populasinya biasanya masih dalam taraf ‘wajar’. Lalu apa yang menjadi penyebab ulat bulu itu mewabah seperti sekarang?.

Sedangkan populasi ulat bulu yang menggila dan jadi wabah di sejumlah daerah di Indonesia saat ini dimungkinkan oleh beberapa sebab. Penyebab pertama adalah faktor meningkatnya temperatur lingkungan akibat perubahan cuaca ekstrem dan perubahan iklim. Temperatur yang meningkat dapat mempercepat siklus hidup ulat bulu yang semula membutuhkan waktu 4-7 minggu menjadi kurang dari 4 minggu. Siklus hidup ulat berawal dari telur, kepompong, menjadi ulat bulu dan bermetamorfosis menjadi kupu-kupu. Tingkat kelembapan yang tinggi juga mengakibatkan sejumlah parasit yang menjadi predator alami ulat bulu tidak mampu bertahan hidup dan mengontrol populasi ulat bulu.

Penyebab kedua adalah terganggunya keseimbangan alam akibat semakin berkurangnya predator ulat bulu. Predator alami ulat bulu di antaranya adalah beberapa jenis burung seperti kutilang, perenjak (famili Cisticolidae dan Sylviidae) dan jalak, kelelawar dan serangga lainnya. Juga sejumlah parasitoid yang menyerang kepompong ulat bulu.

Penyebab lainnya, yang juga menjadi penyebab tidak langsung menggilanya wabah ulat bulu adalah pembudidayaan jenis pohon yang semakin homogen atau seragam. Padahal keanekaragaman jenis tanaman dan pergiliran pola tanam sangat berperan dalam menjaga rantai makanan sehingga predator hama pengganggu tanaman tetap hidup dan mampu membasmi hama pengganggu tanaman secara alami.

Dan kini akibat keseimbangan alam yang terganggu, sang ulat bulu sebagai salah satu fase metamorfosis ngengat menjadi wabah menggila yang menebarkan ancaman di sejumlah daerah di Indonesia.

.

Tips Gatal

Serangan ulat bulu sudah terjadi di mana-mana, tidak hanya di pulau Jawa namun penyebarannya sudah merambah di luar pulau Jawa seperti di Kalimantan contohnya.

Karena penyebaran ini, tentunya akan banyak timbul penyakit gatal-gatal yang disebabkan oleh serangan ulat bulu. Maka dari itu, untuk mencegah penyakit gatal-gatal yang disebabkan oleh ulat bulu, silahkan simak tips berikut ini :

  • Lakukanlah pengamatan populasi ulat bulu pada permukaan daun bagian bawah sehingga bisa diketahui sedini mungkin apabila perkembangan ulat bulu meningkat. Pengamatan bisa dilakukan dua minggu sekali.
  • Terkait sanitasi. Kalau ada pohon-pohon, jangan sempai serasah atau daun-daun keringnya menumpuh karena bisa menjadikan tempat lebih lembap dan mempercepat ulat berkembang biak.
  • Lakukan pemusnahan telur dan pupa atau kepompong. Cara ini akan memutuskan siklus metamorfosis menjadi ulat bulu. Apabila sudah menjadi kupu-kupu maka kumpulkan lalu dibakar.
  • Penyemprotan insektisida yang efektif dilakukan secara massal dan serentak.
  • Bagi yang tersentuh oleh ulat bulu, segera lakukan pencucian dengan sabun hingga bersih dan jika terjadi gatal, segera beri obat.

.

Sumber : Dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s