Teror Bom Buku Adopsi Gaya di Eropa Barat dan Amerika

Posted: Maret 19, 2011 in News

Bom Buku

Tren aksi teror bom buku mengadopsi apa yang terjadi di Eropa Barat dan Amerika serikat pada tahun 1980-an. Saat itu marak pengiriman bom paket yang menyasar para pejabat.

“Apa yang terjadi sekarang dulu pernah terjadi di era 80 anm di Eropa dan Amerika,” ujar Pengamat Politik dan Teror, Hermawan Sulistyo saat ditemui usai acara diskusi Polemik di Warung Daun, Jakarta, Sabtu(19/3/2011).

Menurut Hermawan, dilihat dari targetnya juga ada perubahan, dimana para pelaku teror lebih mencari sasaran individual ketimbang yang lebih makro seperti organisasi dan yang lainnya.

“Ini cermin penurunan kualitas teror, bahwa mereka tidak mampu lagi ke makro,” jelas Hermawan.

Hermawan mengatakan, pola khusus itu terlihat dari taget kepada musisi Ahmad Dhani dan Tokoh Partai Patriot Pancasila Japto. S.S Soemarno.

“Misalnya kalau untuk Japto dia disebut keturunan Yahudi, dan Ahmad Dhani, meski belum jelas, ada yang bilang dia disebut sebagai Yahudi juga,” jelas Hermawan.

Kendati demikian, Hermawan menilai alasan target lebih kepada kebencian semata dari pelaku. Motif politik dinilai belum terlihat. Misalnya saja target paket bom yang ditujukan kepada Tokoh Jaringan Islam Liberal Ulil Abshar Abdalla.

Menurut Hermawan, aktivitas politik Ulil belum dianggap mengganggu. “Kalau Ulil pemain politik dari tahun 1970-an iya, tapi ini kan tidak. Jadi tidak perlu sampai mengangkat senjata,” tandasnya.

.

Tips Menghadapi Teror Paket Bom

Teror bom marak terjadi. Baik teror sungguhan atau warga yang panik akibat terima paket mencurigakan.

Sasarannya tak hanya tokoh masyarakat namun juga menimpa masyarakat biasa. Meluas hingga ke sejumlah daerah. Dan kini menjadi sindrom baru paket maupun bungkusan mencurigakan, langsung dianggap sebagai bom.

Paket-paket berisi bom, seperti dialamatkan kepada Ulil Abshar Abdalla, Ketua BNN Komjen Gories Mere, musisi Achmad Dhani dan Pembina Pemuda Pancasila Yapto Soeryosumarno, sungguh menakutkan. Terakhir, paket berisi bom dialamatkan ke rumah mantan Kapolda Jabar Irjen Is Sukandar.

Korban paling parah yakni Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur Kompol Dodi Rahmawan yang tangan kirinya putus saat membuka paket buku berisi bom yang ditujukan kepada pendiri Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla.

Selebihnya, paket maupun bungkusan mencurigakan, setelah dideteksi Gegana hanyalah berisi paket biasa. Bahkan ada boneka, magic jar dan alat-alat dapur.

Supaya tidak menjadi korban paket mencurigakan, berikut tipsnya:

  1. Jangan pernah menyentuh paket kiriman yang dibawa kurir tanpa identitas pengirim yang jelas. Misalnya nama dan alamat pengirim yang tidak jelas.
  2. Biarkan paket itu jauh dari jangkauan Anda namun tetap dalam pengawasan dari jauh.
  3. Secepatnya memanggil petugas keamanan untuk mengecek paket mencurigakan itu.
  4. Nomor telepon yang bisa dihubungi untuk Polda Metro Jaya (021) 5234313 atau Humas Polda Metro Jaya (021) 5234017.
  5. Petugas akan segera datang untuk mengecek paket mencurigakan itu.
  6. Upayakan mengenali si pengirim paket untuk identifikasi selanjutnya.
  7. Tetap tenang dan jangan panik.
  8. Sekali lagi jangan pernah menyentuh apalagi mengguncang-guncang paket mencurigakan itu.

.

Sumber : http://www.tribunnews.com

.

Tips diatas sangat layak untuk diikuti, dan jangan… tolong JANGAN… sampai anda melakukan seperti yang terjadi pada tayangan video ini:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s