Tips ‘Seks Express’ Jadi Lebih Sensasional

Posted: Desember 2, 2010 in Artikel

KapanLagi.com – Dalam kegiatan rutin setiap harinya, pasti ada saja yang mengganggu kegiatan percintaan Anda bersama pasangan. Seringkali percintaan menjadi gagal karena kedua belah pihak tidak memiliki waktu untuk membuatnya menjadi pengalaman sensual dan seksual yang lengkap.

Maka, terkadang urusan seks perlu dilakukan secara ‘express’. ‘Seks express’ atau seks kilat yang tergesa-gesa adalah suatu episode hubungan seksual yang dilakukan secara singkat dan berpusat pada hubungan badani saja.

Quicky

Seorang pria yang tergesa-gesa berhubungan seks dan bersikap egois dalam gaya bercintanya, akhirnya membuat ‘seks express’ mendapat reputasi buruk. Mungkin pihak wanita belum merasakan apa-apa, tapi sebaliknya si pria sudah tuntas urusannya.

Namun, dalam hubungan seks sebaiknya diberikan tempat untuk melakukan ‘seks express’. Ketergesa-gesaan yang ditimbulkan dari hubungan singkat dapat pula dijadikan pengalaman yang menyenangkan bagi kedua pasangan.

Nah, apa yang seharusnya dilakukan bila Anda ingin melakukan ‘seks express’ dengan pasangan Anda?

1. Jadikanlah ‘seks express’ sebagai sesuatu yang ‘kadang-kadang’. Jangan jadikan ‘seks express’ sebagai satu-satunya alternatif cara Anda bercinta.

2. Tidak perlu melakukan foreplay. Karena siapa yang bisa mengaturnya? Mungkin saja si suami sudah terbangun sebelumnya, lalu ia pergi ke kamar mandi dan bermasturbasi, lalu membangunkan sang istri.

3. Istri terkadang tak perlu mendapat orgasme. Banyak wanita memang tak mendapatkan orgasme saat melakukan ‘seks express’, namun hal itu tak berarti bahwa mereka tak menikmati momen tersebut.

4. Bersikap terbuka pada setiap kesempatan erotik. Jika Anda berdua tak punya waktu untuk bercinta sampai dengan akhir minggu, menyelinaplah ke kamar mandi saat semua orang sedang terpaku menonton sepak bola di televisi. Anda mungkin tak melihat kesempatan karena Anda mematikan pikiran seksual Anda, kecuali waktu dan tempatnya ‘tepat’.

5. Jangan ragu untuk melakukan lebih bila Anda berdua punya banyak waktu dan energi. Misalnya, kala tumpukan pekerjaan kantor yang dibawa ke rumah sudah makin memusingkan kepala, maka singkirkanlah beberapa saat, beri Anda sedikit kelonggaran untuk bernafas dan bersemangat kembali.

Kadang-kadang rencana, kewajiban, jadwal ketat, dan tanggungjawab harus disingkirkan untuk kebutuhan diri Anda yang lain.

6. Nikmati setiap detiknya. ‘Seks express’ bukan berarti hit and run dan bukan juga cara untuk mencapai orgasme kilat. Begitu Anda dan pasangan bersedia melakukannya, nikmati setiap detiknya. Anda dan pasangan bisa saling membantu bila ada pihak yang belum terangsang secara cepat. Setelah usai, sisakan waktu beberapa saat untuk dinikmati bersama.

7. Berikan kejutan sebagai pengganti foreplay. Seringkali kenikmatan ‘seks express’ justru karena tidak adanya foreplay, sehingga bagian bagian sensitif di tubuhnya bisa mendapatkan perhatian yang paling intens. Misalnya bila pasangan Anda sedang membaca atau menelpon teman, Anda bisa langsung menyentuh bagian sensitif tubuhnya untuk dilanjutkan ke aktivitas ‘seks express’ tersebut.

Yang perlu diingat adalah bahwa baik si pria maupun wanita sama-sama menginginkannya. Jadikan ‘seks express’ hanya sebagai selingan yang membuat kehidupan cinta Anda dan pasangan jadi lebih berwarna dan menggairahkan. (kpl/bun)

Sumber : kapanlagi.com

.

Sibuk? ‘Sex Short Time’ Saja!

Quicky

Seks memang kebutuhan mendalam bagi pasangan yang sudah menikah. Tapi di jaman sekarang, kebanyakan pasangan kesulitan menempatkan waktu bagi pasangannya sendiri karena alasan sibuk bekerja. Salah satu cara menyiasatinya, ya lakukan Sex Short Time. Toh, bagi wanita tak butuh banyak waktu untuk mencapai kepuasan.

Dalam survey baru-baru ini yang dilakukan para pakar seks mengklaim bahwa waktu yang optimal untuk melakukan hubungan seks adalah 3 sampai 13 menit. Hal itu ditulis dalam Journal of Sex Medicine edisi Mei, yang juga menerangkan bahwa kestabilan tenaga adalah kunci seks yang memuaskan.

Namun, jangan dulu senang bagi para pria, karena waktu singkat tersebut tidak termasuk foreplay. Dan para pakar seks mengkalkulasi bahwa hubungan seks antara 1-2 menit masih terlalu singkat.

Eric Corty, pimpinan tim peneliti, berharap bisa menepis pemikiran orang-orang bahwa “Sesuatu yang berlebih lebih menyenangkan, dan jika Anda ingin menyenangkan pasangan, Anda harus berhubungan seks lebih lama.”

Pernyataan itu tentu menimbulkan problem lebih luas mengenai seks, kata Corty. Menurutnya, salah satu penelitian juga menunjukkan bahwa baik pria maupun wanita menginginkan foreplay dan hubungan seks lebih lama.

Mengutip penelitian pada 2005, Dr. Irwin Goldstein dari Journal of Sexual Medicine, mengkalkulasi study selama empat minggu untuk 1.500 pasangan, menunjukkan kebanyakan dari mereka melakukan seks selama 7,3 menit, sedangkan waktu sisa terbuang dengan kegiatan yang tidak jelas.

Baik pria dewasa maupun remaja berusaha untuk berhubungan seks lebih lama dari kadar 3-13 menit. Dan meski ada mitos yang menyebutkan bahwa lebih lama lebih baik, kebanyakan orang tidak merasa bergairah seperti apa yang mereka gambarkan.

Sebenarnya, jika dilihat dari segi kepuasan. Untuk mencapai klimaks tidak ditentukan oleh lama atau tidaknya berhubungan. Semua lebih merujuk kepada bagaimana perasaan maupun kualitas seks itu sendiri. Jika kita merasa nyaman saat berhubungan, tentu rasa puas yang diterima akan lebih hebat. (f1st/boo)

 

Sumber : http://www.untukku.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s