Proyek Tabung Gas Ibarat Mengirim Bom

Posted: Juli 30, 2010 in News

Gas Elpiji

HATI kembali dibuat miris melihat korban berjatuhan di mana-mana akibat ledakan tabung elpiji. Korban ledakan yang sungguh tragis adalah Yadi, 20, dan Sugiarto, 21.

Dua pedagang pecel yang tinggal di rumah kontrakan di Cilandak Barat, Jakarta Selatan, itu harus meregang nyawa saat dilarikan ke rumah sakit, Jumat (18/6). Ledakan tabung gas 3 kg itu terjadi tiga kali.

Anehnya, meski ledakan tabung gas 3 kg terjadi hampir setiap hari dalam enam bulan terakhir, pihak-pihak yang terlibat dalam proyek konversi–dari minyak ke kompor gas–elpiji ukuran 3 kg terkesan saling lempar tanggung jawab. Bahkan, masyarakat kerap dinilai teledor dalam menggunakan tabung gas.

Padahal, bila dilihat hasil penelitian Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang bekerja sama dengan Bareskrim Polri dan Kementerian Perdagangan cukup mengejutkan. Insiden ledakan bukan disebabkan tabung, melainkan aksesori dan kompor gas.

“Insiden disebabkan pada slang, rubber seal (karet) di dalam katup, katup, regulator, dan kompor,” kata Kepala BSN

Bambang Setiadi di Jakarta, kemarin. “100% slang yang diuji tidak memenuhi syarat mutu Standar Nasional Indonesia (SNI),” jelasnya (lihat grafis).

Namun, meski mengantongi SNI, bukan berarti tabung dan aksesorinya 100% aman. “Apa bisa menjamin produsen akan memproduksi sesuai standar terus? Tidak ada jaminan perusahaan punya SNI pasti buat yang ber-SNI,” kata Direktur Industri Logam Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan.

Celakanya, produk ilegal juga berjibun. Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menduga telah beredar 200 ribu tabung gas palsu buatan PT Tabung Mas Murni ke Jabodetabek sejak Agustus 2009.

.

Ibarat kirim bom

Tabung Gas

Ketua Pengurus Harian YLKI Sudaryatmo mengaku geram dengan maraknya peristiwa ledakan tabung gas, terutama ukuran 3 kg. “Pemerintah sudah melakukan pembiaran dan memandang kecil kasus ini,” katanya. Ia menegaskan ketiga instansi yang bertanggung jawab antara lain Pertamina, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Perdagangan.

Jika pembiaran itu terus berlanjut sama halnya pemerintah mengirim bom ke rumah rakyat melalui program konversi. “Ini seperti mengirim bom ke rumah rakyat. Ini pembunuhan. Kami minta semua tabung bermasalah ditarik segera,” tandas Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Effendi Simbolon (PDIP).

Menko Perekonomian Hatta Rajasa membantah bila instansi terkait saling lempar tanggung jawab. “Semuanya saling koordinasi untuk mengatasi masalah itu (ledakan tabung gas),” tegasnya.

Kementerian Perdagangan berjanji akan memperketat pengawasan seluruh komponen kompor gas, termasuk tabung dan slang. “Kementerian Perindustrian bertugas melakukan pengawasan prapasar, sedangkan kami bertugas melakukan pengawasan di pasarnya,” kata Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa, Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Inayat Iman.

Terkait dengan ledakan gas di Makassar, Humas PT Pertamina Regional Makassar Rosinah Nurdin mengatakan pihaknya hanya bertanggung jawab pada ledakan akibat tabung atau kompor gas. “Jika kerusakan pada regulator atau slang, pertamina tidak bisa berbuat banyak karena itu dibuat oleh rekanan,” tuturnya.

Vice President Corporate Communications Pertamina, Basuki Trikora Putra, menyatakan korban ledakan akan disantuni asuransi. “Asuransi diberikan kepada korban program konversi (elpiji 3 kg) yang dibuktikan dengan Kartu Cacah dan Surat Pernyataan Resmi dari Manajer Region Pertamina setempat,” ujarnya.

.

Sumber : http://www.mediaindonesia.com

.

.

Komentar :

Aduh… aduh… negara tetangga kita itu kok makin nggak becus aja sih! Ditengah kekacauan ekonomi masyarakat disuruh – kalau nggak boleh dibilang dipaksa – untuk pindah dari minyak tanah ke gas. Masyarakat sudah mau nurut, eh sekarang bukannya ngirim gas ke rumah-rumah malah ngirim “BOM”. Tuh tabung gas 3 Kg sekarang satu per satu meledak di rumah-rumah penduduk. Siapa lagi yang dirugikan sekarang? Lagi-lagi masyarakat kecil!!! Kalau seluruh oknum pejabat korup satu per satu meledak karena gas 3 Kg sih nggak apa-apa, gw rela… sungguh gw rela… tapi ini kan korbannya orang-orang yang nggak bersalah!!!

Tidak ada kata lain buat Pemerintah selain memperbaiki segala kekacauan ini!!! Jangan ada lagi korban tidak bersalah akibat ledakan “BOM” di rumah-rumah. Kalau masih ada korban juga, maka Pemerintah sama saja ibaratnya dengan teroris… yaitu pembunuh berdarah dingin!!!

OK dibawah ini gw sertakan TIPS bagaimana melihat dan memilih tabung gas elpiji 3 Kg yang aman, semoga tips ini bisa memberikan sedikit sumbangan bagi masyarakat guna menekan jumlah korban ledakan tabung gas elpiji di rumah-rumah. SEMOGA…!!

.

Ciri-ciri Tabung Elpiji 3 Kg yang Aman

Pertamina memastikan bahwa tabung elpiji 3 kilogram yang dipakai untuk subsidi konversi bahan bakar minyak ke gas telah memenuhi syarat mutu. Tapi, apakah semua tabung yang dijual di pengecer pasti aman dan sesuai standar.

Pengecer resmi tentu hanya memperoleh tabung yang sesuai standar dari distributor yang mengambil dari depot-depot Pertamina. Tapi, dalam perjalanan distribusi tabung, tidak semua bisa menjamin kondisi tabung tetap aman sesuai standar mutu. Apalagi jika ada yang nakal mencoba menjual tabugn gas palsu yang tentu berbahaya.

SNI Elpiji

Tidak salah kalau konsumen mengecak tabung elpiji yang akan dipakai. Bagaimana ciri-ciri tabung elpiji 3 kg yang pengadaannya melalui pabrikan yang ditunjuk oleh Pertamina. Berikut tipsnya:

1. Penampilan visual secara umum (harus tampak mulus dan tidak mengalami kerusakan/penyok)

2. Pemasangan valve, sisa ulir valve yang tampak adalah 3-5 ulir.

3. Rigi-rigi (bentuk permukaan) hasil las baik (harus halus dan mulus).

4. Mutu pengelasan baik (tidak terdapat cacat: undercut, pin hole atau retak)

5. Mutu petandaan/penandaan tabung baik:

a. Penandaan pada sisi hand guard dengan stamping

– diproduksi untuk Pertamina

– kode produksi pabrikan dan nomor seri

– water capacity

– tara weight

– test pressure

– bulan dan tahun pembuatan

– penandaan SNI pada produk (stamping)

.

b. Sablon dan emboss pada badan tabung

– Lingkaran merah di sekitar neck ring dengan lebar pengecetan 20 + 1mm

– Emboss logo Pertamina

– Lambang LPG Pertamina

– Sablon pada sisi hand guard

– Sablon bulan dan tahun uji selanjutnya

.

6. Lakukan pemeriksaan tabung elpiji 3 kg sebelum digunakan:

a. Pastikan segel/security seal cap dalam keadaan baik.

b. Pastikan tersedia inner seal pada valve

c. Pastikan tidak ada kebocoran pada body tabung (contoh: pada bagian las)

d. Pastikan tidak ada kebocoran pada sambungan tabung dan valve.

e. Pastikan tidak ada kebocoran pada sambungan tabung dan regulator.

f. Pastikan bahwa rubber seal dalam keadaan baik.

.

Sumber : dakdem.online

Komentar
  1. moon mengatakan:

    harusnya sih

    pemerintah nanggung biaya berobat para korban ampe sembuh..!!

    & ganti kerusakan yang ditimbulkan oleh per elpijian

    ini malah minyak tanah yang dibutuhkan oleh rakyat malah diekspor

    ehh didalem negri disuruh pake bom gas , gimana kaga meledak bang

    itu selang gas teh bang , kaya selang ikan di aquarium kualitasnya…. ya meleleh lah kena gas, belum lagi tabung yang bocor…!!

    kadang suka sebel…, kalo ngedenger ada pejabat teriak teriak “untung akibat konver si minyak ke gas ” apa mata mereka ngak liat tuch rakyat sampe berguling guling jadi korban ?? ada yang jadi cacat kebakar ,ada yang mati juga kehilangan harta benda & famili

    Re : iya tuh makany aq slalu nyempetin ngerilis berita2 yg update sbg kritik bagi pemerintah biar buktiin klo kita ini ngga cm bs mupeng, kita jg cukup sadar untuk ikut memberikan sumbangan bagi sesama, semoga aja sumbangan tulisan ini bs membuat mereka2 yg diatas sana sadar klo mereka tu dipilih oleh rakyat bukan di lotre, jd musti bekerja buat rakyat dong!!!

  2. Ninja Gaijin mengatakan:

    *ga serius

    konon, salah satu penyebabnya karena tabung gas berwarna hijau.

    seperti dinyatakan dalam lagu legendaris balonku, yang meletus itu balon hijau…

    Re : wah analisa yg cukup masuk akal bro, buktiny tabung biru 12 Kg ngga pernah ada yg meledak tuh, gimana nih pertamina? usul ganti warna tabungny jd pink aja deh😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s