Miyabi Sudah Pensiun dari Film “Esek-esek”

Posted: Mei 10, 2010 in News

Miyabi

JAKARTA, KOMPAS.com — Film Menculik Miyabi yang dibintangi Maria Ozawa alias Miyabi ditayangkan di bioskop mulai hari Kamis (6/5/2010) ini. Pada 18-19 April 2010, wartawan Warta Kota, Celestinus Trias HP, menemui bintang dari Jepang itu di Tokyo di sela shooting dan pemotretan untuk pembuka filmnya. Wawancara dengan Miyabi diturunkan hari ini dan besok.

Sambil menahan dingin yang menusuk di pengujung musim sakura, Maria Ozawa (24) berusaha tampil ceria di depan kamera untuk pengambilan gambar pembuka bagi filmnya yang berjudul Menculik Miyabi.

Suhu 12 derajat celsius rupanya cukup mengganggunya. “Hai, saya Maria Ozawa. Saksikan film pertama saya di Indonesia. Sampai jumpa, terima kasih,” ucapnya melafalkan kata-kata yang ditulis di kertas putih besar. Miyabi tampak senang ketika ucapan pembukaan untuk filmnya akhirnya selesai.

Seusai pengambilan gambar dan sesi pemotretan luar ruang (outdoor), ia bercerita banyak hal, terutama tentang keheranannya mendapat kesempatan untuk bermain film Indonesia.

Mengaku sebagai gadis yang cenderung spontan dan ingin mencoba hal-hal baru yang menantang, ia tidak menyangka mendapat peran dalam film berbau komedi. Apalagi harus berhadapan dan bekerja sama dengan sejumlah pekerja film dari Indonesia.

“Satu hal yang membuat aku senang adalah selama delapan hari shooting film, aku selalu dalam suasana yang senang. Mulanya aku merasa tegang dan ada sedikit rasa takut karena ini pengalaman pertama berperan dalam film komedi layar lebar. Sebelumnya aku belum pernah karena sejak tiga tahun terakhir aku hanya main film drama dengan durasi pendek dan menjalani pemotretan untuk ikon iklan,” ujarnya di tempat pemotretan di Taman Ga Jo En, di pinggiran Distrik Sibuya, Tokyo.

Menurut pengakuan Miyabi, sudah beberapa tahun ia tidak main film biru lagi alias pensiun. “Aku sudah tiga tahun tidak lagi main film seperti itu,” ujar gadis yang lahir di Hokkaido, Jepang, dan pernah tinggal di Kanada selama lebih dari 10 tahun ini.

.

Hanya Sekedar Jual Nama Miyabi

Menculik Miyabi, mulai beredar di bioskop Tanah Air. Banyak orang yang tak sabar menontonnya. Semuanya terlanjur terdoktrin sensasi bintang porno, Miyabi.

Benarkah Miyabi beradegan porno lagi? Seperti apa akting Miyabi? “Miyabi pakai baju tipis. Itu waktu scene mau mandi. Cuma kita memang nggak ada adegan vulgarnya,” ungkap sutradara Menculik Miyabi, Findo, di FX, Sudirman, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (6/5),

Konsep cerita itu memang sudah ada sejak awal pembuatan Menculik Miyabi. Tujuannya, karena ingin menunjukan bahwa Miyabi bisa berakting.

“Dari awal kita mau buktikan Maria Ozawa bisa berakting. Jadi kenapa kita nggak kasih kesempatan berakting dengan baik, tanpa blue film. Dia punya kemampuan yang baik kenapa nggak disalurkan saja,” paparnya.

Tapi, bagaimana dengan adegan mandi? “Mandi di bath-up itu menurut saya wajar untuk sebuah adegan. Apalagi ini film komedi yang menghibur.”

Sebelumnya Odi Mulya Hidayat selaku produser juga sudah menekankan tidak ada adegan panas dalam film Menculik Miyabi. Begitu juga pihak Lembaga Sensor Film (LSF) menyebutkan Menculik Miyabi lulus sensor karena tidak terdapat unsur pornografi.

Ody pun menambahkan, “Saya pikir kita lihat dululah. Masyarakat bisa menilai ini film seperti apa. Pure komedi, nggak ada unsur porno. Saya bicara sama LSF. Mereka bilang ini memang komedi, nggak ada unsur porno atau seks,” tuturnya.

Tapi bukannya menimbulkan kontroversi? “Yang bikin kontroversi kan Anda. Saya nggak ada maksud itu. Saya hanya mengubah cara berpikir saja. Kalau ini film dewasa berpikirlah secara dewasa,” imbuhnya.

Kenyataannya, Miyabi hanya ada dalam sedikit adegan saja. Selebihnya lebih dominan pemain-pemain lainnya, terutama Sabrina Pai aktris asal Taiwan yang justru lebih berani dari Miyabi. Buktinya, meski berat hati, Sabrina berani tampil berbikini.

“Ini tantangan juga buat saya. Sebelumnya saya belum pernah melakoni adegan buka-bukaan,” ungkap Sabrina. Sabrina melakukan adegan buka-bukaan dengan bikini itu karena perannya sebagai Mie Yao Bie dalam film Menculik Miyabi. Ia menuturkan, “Itu jadi pertempuran batin juga buat saya diminta melakukan adegan itu. Tapi sudahlah demi peran.”

Namun begitu, Sabrina merasa senang karena ini pertama kalinya bermain film dan merasa tersanjung bisa main film ini. Ia mengatakan, “Maxima (rumah produksi, red) menghubungi manajer saya di Taiwan, dan saya senang sekali. Saya bahagia sekali teman-teman di sini, para pemain lain memperhatikan saya dan membantu saya.”

Sambil tertawa ia menambahkan, “meskipun komunikasinya pakai bahasa tubuh dan bahkan dengan digambar, semuanya lancar.”

Tantangan Sabrina, juga tantangan bagi sang sutradara, Findo Poernomo. Ia menuturkan, “Menggarap Maria Ozawa itu tantangan buat saya. Walau dengan keterbatasan bahasa, di situ saya menghargai dia sebagai pemain, bukan sebagai bintang porno. Ketika pertama saya direct dia, saya grogi. Tapi akhirnya saya buang semua.”

Prinsip itulah yang membuat Findo akhirnya mudah mengarahkan Miyabi, saat pembuatan film berlangsung. Senangnya lagi, Miyabi sangat koorporatif dan profesional.

“Apa yang kita mau dia selalu penuhi. Dia selalu on time. Sangat salut karena akhirnya dia bisa berperan di film komedi dan dia bisa berakting dengan baik,” tuturnya.

Findo menambahkan, “Kemasan ini sudah baik dan menghibur. Tanpa buka-bukaan pun sudah bagus. Kita memang tak ingin melihat masa lalu dan kita ingin memberikan image positif bahwa Miyabi juga bisa bermain film secara wajar.”

Pastinya, mulai hari ini (6/5) Menculik Miyabi sudah edar serempak di hampir seluruh bioskop Indonesia.

Apapun alasan-alasan itu, Menculik Miyabi hanya sensasi menjual popularitas Miyabi sebagai mantan artis porno. Semuanya terlihat dari film Menculik Miyabi yang murni komedi.

Kenyataan lainnya, masyarakat yang sudah terlanjur menonton merasa tertipu. Awalnya berpikir menemukan adegan hot dan vulgar Maria, ternyata hanya melihat Maria beberap scene saja. Itupun hanya adegan biasa lima menit lamanya.

“Payah, ternyata cuma begitu saja. Menculik Miyabi ternyata hanya komedi yang dimainkan mantan bintang porno. Sama sekali nggak ada blue filmnya,” tutur seorang penonton dalam nada kecewa.

.

.

Komentar :

Benarkah berita ini? Bagi mereka yang merupakan fans setia si artis cantik pasti langsung patah hati. Wajah cantik nan innocent Miyabi tidak akan lagi menghiasi dunia per-bokep-an tanah air, benar-benar sebuah berita duka yang sungguh luar biasa (bendera setengah tiang mode : ON).

Namun di tengah berita pensiunnya sang Diva, salah satu rumah produksi memanfaatkan momentum ini dengan mencatut nama Miyabi ke dalam filmnya. Cara ini terbukti berhasil! Berbagai berita kontroversi menjadi iklan gratis bagi film ini. But guest what? Ternyata rumah produksi ini hanya mampu membayar Miyabi untuk muncul di film selama 5 menit… ya 5 menit… ternyata kenyataan film ini tidak sedasyat gembar-gembor di media selama ini. Satu komentar untuk mereka yang terlanjur menonton film “kontroversial” ini yaitu : KACIAN DEH LOE…!! Ha ha ha ha…

.

.

Bagi yang belum tahu siapa itu Miyabi (emang ada ya?? He he), dibawah ini adalah sedikit biodata dari si artis cantik nan “panas” tersebut :

Nama asli : Maria Ozawa

Nick name : Miyabi

Jenis kelamin : Perempuan

Tempat / tanggal lahir : Hokaido, Jepang, 08 Januari 1986

Tinggi badan : 162 cm

Warna Mata : Coklat

Warna Rambut : Hitam

Ukuran Tubuh : 88-58-86 cm

Gol Darah : A

Kebangsaan : Jepang, Frace, Canada

.

Biografi singkat :

Miyabi

Miyabi terlahir dengan nama Maria Ozawa pada tanggal 8 Januari 1986 di Hokaido, Jepang. Namanya dikenal sebagai salah satu AV Idol (Adult Video Idol) yang mulai muncul sekitar tahun 2005. Sejak saat itu ia sudah membintangi lebih dari lima puluh video porno produksi Jepang, belum termasuk beberapa video kompilasi yang juga mencantumkan namanya.

Tak seperti kebanyakan AV Idol yang memilih karir ini melalui talent scout, Maria justru tertarik bisnis ini ketika ia menonton beberapa video porno milik kakak temannya. Dari sini Miyabi mulai mencari agency hingga akhirnya ia bergabung dengan B-open. Tak lama kemudian Miyabi sudah mendapatkan kontrak untuk membintangi sebuah film porno softcore.

Maria Ozawa kemudian bergabung dengan S1, sebuah studio film porno terkenal di Jepang. Dua tahun bergabung bersama S1, Maria kemudian memutuskan untuk pindah ke Dasdas yang notabene bukan sebuah studio terkemuka. Tapi langkah itu tak membuat popularitas Maria pudar. Maria juga tampil dalam beberapa film non-porno yang di Jepang dikenal dengan sebutan V-Cinema atau film yang diproduksi langsung ke cakram DVD atau VCD.

Konon, Maria sudah mengenal seks sejak ia baru berusia 13 tahun dan mempelajari 48 gaya berhubungan seks dari buku yang ia beli. Meski keluarganya tak menyetujui karir yang dijalani Maria namun cewek ini tetap merasa bangga dengan apa yang ia kerjakan dan hidup layak dari penghasilannya sebagai bintang porno. Dalam satu bulan Maria bisa menghasilkan sekurangnya US$8 ribu dan ia mampu tinggal di apartemen mewah hanya dari penghasilan itu.

.

Sumber : dari berbagai sumber.

Komentar
  1. Ninja Gaijin mengatakan:

    beritanya ga bener ini, informasi terpercaya menunjukkan film terbaru Maria Oz dirilis Desember 2009😉

    tapi gapapa lah, orang-orang awam ga mesti tau😀

    Re : busyet, ada yg terbaru bro? batal dong berduka citanya? wah musti buru2 hunting nih ha ha ha …

  2. M00n mengatakan:

    duh duh duhhhhh

    si abang ampe jingkrak jingkrak sangking senangnya

    mo hunting segala lagi……

    Re : aduh ada yg protes nih, kan iseng2 aja sis skalian nmbah referensi buat nulis cerita kali2 aja dpt ide baru ^_~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s