Gedung DPR Miring, Anggota Dewan Mulai Deg-degan

Posted: Mei 9, 2010 in News

Gedung DPR

.

TEMPO Interaktif, Jakarta – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Desmon Mahesa mengaku khawatir berkantor di Gedung Nusantara I yang miring dan retak. “Kita minta semua orang paham kita tidak foya-foya, tapi berkantor dengan gedung yang rusak,” kata Desmon saat dihubungi wartawan, Jumat (30/4).

Politisi Gerindra yang berkantor di lantai 17 itu secara jujur khawatir dengan kondisi gedung bila lindu terjadi. “Kita takut kalau ada gempa, itu kan berisiko. Takut roboh saja,” ujar anggota Badan Anggaran ini.

Hal yang sama diungkapkan politisi PPP Romahurmuziy. “Ya ngeri nggak ngerilah,” kata dia saat ditemui di ruang kerjanya di lantai 15. Dia bercerita struktur bangunan di depan ruang kerjanya pada tahun lalu mengalami retak-retak. Saat itu pihak Sekretariat Jenderal melakukan injeksi pada struktur beton rangka-rangka bangunan.

Selain sudah miring dan retak, Romy mengaku gedung Nusantara I sudah over kapasitas. Saat pertama kali ditempati pada 1987, Nusantara I hanya didesain untuk 500 anggota dan satu asisten pribadi. Sekarang, kata dia, ada 560 anggota, setiap anggota satu asisten pribadi dan tenaga ahli. Belum lagi tenaga ahli masing-masing fraksi. “Gedung sudah over kapasitas,” kata anggota Badan Anggaran ini.

Dia melanjutkan, anggaran untuk pembangunan gedung baru sudah ada. Untuk tahun anggaran tahun ini, anggaran itu telah dialokasikan dalam RAPBNP 2010. Pengesahan RAPBNP itu dilakukan Senin (3/5) mendatang. “Saya lupa nilainya berapa,” kata dia.

Ditemui secara terpisah, Sekretarias Jenderal DPR Nining Indrasaleh mengatakan alokasi anggaran bangunan baru untuk tahun ini adalah Rp 250 miliar. Direncanakan, pembangunan akan selesai dalam dua hingga tiga tahun anggaran. Dia mengaku belum tahu berapa jumlah total biaya yang akan dihabiskan untuk pembangunan gedung baru itu. “Yang bisa menaksir itu konsultan pembangunan, sampai saat ini perusahaan kontraktor dan konsultan belum ditunjuk,” kata dia.

Kontraktor gedung itu baru akan ditender setelah ada pengesahan RAPBNP pada Senin lusa. Lokasi gedung baru itu akan dibangun di belakang gedung lama. Nining mengaku belum tahu gedung baru akan memakan berapa lantai. Namun dia memastikan gedung baru akan menyediakan ruang kerja bagi 560 anggota Dewan.

Setelah gedung baru selesai dan anggota Dewan pindah ke sana, gedung lama bukan berarti ditinggalkan begitu saja. “Gedung lama akan kita renovasi untuk pusat-pusat rapat dan staf ahli,” kata dia.

.

Sumber : vivanews.com

.

.

Komentar :

Untuk berita ini komentar gue singkat aja : soal kemiringan ini sangat perlu dikaji ulang, sebenarnya yang miring itu gedungnya atau orang-orang yang ada di dalamnya ha ha ha…😀

Komentar
  1. Moon mengatakan:

    yaaaa, baru rengat dikit aja udah teriak teriak minta diganti…., ngerilah, inilah itulah

    coba liat keadaan rakyat banyak yang udah terkapar

    ngak ada yang teriak-teriak… “ngerilah, inilah, itulah”

    Re : ya nih sis aq jg sebel bgt !!! makany aq rilis ni berita d sini biar buktiin klo qta ngga cm bs mupeng tp pduli jg ama prkmbangan jaman, enak aja minta prbaiki gdung yg nyata2 masih bagus, sbenarny yg musti d perbaiki tuh skolah2 yg udah pd jebol d daerah2 …

  2. shusaku mengatakan:

    gw sih berharap tambah miring sampai gedubrak! nimpa orang2 miring yang lagi sidang (eh ngelawak) di dalamnya😀

    Re : wah klo anggota dewan (yg katany) terhormat tu mati semua repot jg nih mr shu, abis psti bakal d adain pemilu ulang lagi, trus prlu dana lagi n ujung2ny pasti ngga jauh2 dr naikin pajak, capek deh !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s