Archive for the ‘Cerita Lepas’ Category

Memamerkan Keindahan Istri

Posted: Januari 17, 2011 in Cerita Lepas

 

Yenny

Yenny, adalah istriku yang sangat aku cintai. Kami adalah pasangan suami istri yang baru 3 bulan menjalani bahtera rumah tangga. Sosoknya yang cantik, pintar, anggun dan sexy benar-benar mempesonaku ketika pertama kali kami berkenalan. Sampai saat ini sosok itu masih terlihat begitu indah. Sungguh sebuah anugerah Tuhan sehingga aku bisa melihat sosok itu bisa terbaring polos setiap pagi disampingku.

Ternyata sosoknya yang mempesona tersebut tidak hanya merebut hatiku. Hampir semua laki-laki normal pastilah terpesona melihat sosoknya. Rambut yang panjang hitam, kulit yang putih, payudara yang besar dan montok, serta pahanya yang padat dan mulus, pastilah membuat mata-mata nakal kerap terbelalak. Aku sangat bangga melihat bagaimana laki-laki lain terpesona dan kagum melihat sosok istriku tersebut. Bahkan bisa dikatakan aku cenderung suka sekali “memamerkan” keindahan tersebut kepada sesama kaumku. Melihat laki-laki lain menatap mupeng ke bagian-bagian tubuh sensitif istriku, justru membuat aku terangsang. Sangat terangsang!

Istriku sendiri sudah mengetahui “keanehan”-ku tersebut. Ia dapat memakluminya sifatku, karena pada dasarnya ia sendiri memang memiliki sedikit bibit eksibionis dalam dirinya. Sejak pacaran dulu, baju berleher rendah serta rok mini memang merupakan “seragam” wajib bagi istriku saat bersamaku. Ternyata hobby eksibionis ini telah ia mulai sejak jaman SMU dulu. Aku kerap meminta dia untuk bercerita tentang pengalaman masa lalunya melakukan eksi di depan teman-teman, guru dan dosennya. Aku sangat suka mendengarkan penuturannya bagaimana ia pura-pura tidak sengaja mempertontonkan, belahan dadanya, pahanya atau celana dalamnya di depan laki-laki lain. Di ujung cerita pastilah berakhir dengan persetubuhan kami yang begitu panas di ranjang.

Di sini aku ingin berbagi salah satu kisah aksi eksi istriku ketika kami telah menikah. Aksi yang dilakukannya ini selalu bisa membuat diriku “tegang” setiap kali mengingatnya. Kisah ini dimulai saat suatu hari aku menjemput istriku dari tempatnya bekerja. Istriku itu bekerja di salah satu bank swasta yang cukup bonafit di kota kami.

“Hai Pa, sudah lama nunggu?”, istriku tersenyum begitu masuk ke dalam mobil.

“Baru aja kok”. (lebih…)

Keisengan Yang Menyenangkan

Posted: Juni 17, 2010 in Cerita Lepas

STANDART DISCLAIMER :

  • Cerita ini adalah untuk konsumsi mereka yang telah berumur 18 tahun keatas atau dengan kata lain termasuk golongan cerita dewasa, namun jika anda berumur dibawah umur yang telah disebutkan namun tetap memaksa untuk membaca maka resiko sepenuhnya menjadi tanggungan anda.
  • Cerita ini ditulis just for fun, hanya sekedar mencari cara untuk mengeluarkan pikiran-pikiran kotor serta ide-ide gila dari dalam otak sehingga tidak mengendap dan berubah menjadi kanker.
  • Cerita ini jelas-jelas sebuah fiksi, sehingga apabila ada kesamaan tokoh, karakter, latar ataupun waktu kejadian maka semua itu hanyalah sebuah kebetulan semata.
  • Cerita ini tidak untuk dikomersialkan, sehingga apabila anda harus mengeluarkan uang di luar dari beban biaya jaringan internet untuk membaca cerita ini, maka anda berhak untuk memuntut uang anda kembali
  • Cerita ini bukan untuk di-copy paste sembarangan dan disebar-sebar tanpa etika, tolong hargai juga dong penulis yang sudah capek-capek berada di depan komputer selama berjam-jam.
  • Terakhir, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu membuat cerita ini menjadi ada.

June, 2010.

Pendekar Maboek Ó

.

Marliana

.

“Tok… tok… tok…”, terdengar suara ketukan dari balik pintu.

Suara ketukan itu cukup mengalihkan perhatian seorang wanita cantik yang kini sedang duduk di belakang meja kerjanya. Ia kemudian terlihat menghentikan kegiatannya membaca sebuah berkas di dalam map yang dipegangnya. Wanita berparas cantik nenawan, berkulit putih mulus dan berambut hitam panjang lurus itu kemudian beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu.

“Oh Bapak…”, wanita itu tersenyum.

Di depan pintu kini berdiri seorang laki-laki bertubuh tinggi semampai dan tegap. Walaupun sudah berumur diatas 45 tahun, namun sama sekali kegagahan sang laki-laki tersebut tidak berkurang. Laki-laki itu adalah Widyanto Sucipto atau sering dipanggil Pak Wid, seorang Direktur sebuah perusahaan swasta yang cukup ternama di kota tersebut. Sedangkan si wanita cantik adalah Marliana Riskanti, 24 tahun, sekretaris Direksi dan salah satu pegawai muda di perusahaan tersebut.

“Boleh Bapak masuk?”.

(lebih…)

Dalam Pelukan Sang Mantan

Posted: Maret 17, 2010 in Cerita Lepas

STANDART DISCLAIMER :

  • Cerita ini adalah untuk konsumsi mereka yang telah berumur 18 tahun keatas atau dengan kata lain termasuk golongan cerita dewasa, namun jika anda berumur dibawah umur yang telah disebutkan namun tetap memaksa untuk membaca maka resiko sepenuhnya menjadi tanggungan anda.
  • Cerita ini ditulis just for fun, hanya sekedar mencari cara untuk mengeluarkan pikiran-pikiran kotor serta ide-ide gila dari dalam otak sehingga tidak mengendap dan berubah menjadi kanker.
  • Cerita ini jelas-jelas sebuah fiksi, sehingga apabila ada kesamaan tokoh, karakter, latar ataupun waktu kejadian maka semua itu hanyalah sebuah kebetulan semata.
  • Cerita ini tidak untuk dikomersialkan, sehingga apabila anda harus mengeluarkan uang di luar dari beban biaya jaringan internet untuk membaca cerita ini, maka anda berhak untuk menuntut uang anda kembali
  • Cerita ini bukan untuk di-copy paste sembarangan dan disebar-sebar tanpa etika, tolong hargai juga dong penulis yang sudah capek-capek berada di depan komputer selama berjam-jam.
  • Terakhir, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu membuat cerita ini menjadi ada.

March, 2010.

Pendekar Maboek Ó

.

Maya Fitriyanti, 28 tahun, adalah seorang wanita cantik dengan kehidupan yang tergolong baik. Dari segi fisik, tak ada satu laki-laki pun yang mampu menolak untuk mengatakan kalau ia adalah salah satu ciptaan Tuhan yang sempurna. Dengan karier yang tengah menanjak sebagai seorang dosen, serta beberapa jabatan lain yang diembannya membuat rekan-rekan seprofesinya tak segan untuk menaruh kekaguman. Keaktifan Maya di beberapa organisasi sosial pun cukup membuat namanya dikenal oleh berbagai kalangan dan golongan. Selain itu rumah tangga yang terlihat harmonis dengan suami yang berprofesi sebagai seorang pengacara, seakan menambah kesan luar biasa dari semuanya yang sudah terlihat luas biasa.

Namun jauh dari semua hal itu, orang-orang dekat Maya sama sekali tidak bisa melihat kegalauan yang mendera hatinya saat ini. Sebagai seorang wanita, Maya telah memiliki segalanya. Namun seperti kata pepatah kalau tak ada gading yang tak retak, maka kehidupan sempurna Maya pun tak lepas dari adanya kekurangan. Selama hampir tiga tahun pernikahan Maya, ia tidak juga dikaruniai seorang anak. Masalah ini ibarat duri dalam daging dalam kehidupan rumah tangga wanita cantik tersebut. Di luar mungkin mereka mungkin terlihat seperti sepasang suami istri yang harmonis dan penuh kehangatan, namun di dalam hubungan Maya dan suaminya terasa begitu dingin. Baik suami maupun mertuanya, menganggap Maya tidak mampu memberikan keturunan sehingga tidak layak disebut sebagai istri yang baik.

Masalah ini pun akhirnya membuat Maya menggoreskan sebuah cacatan hitam di dalam salah lembar kehidupannya yang sempurna. Tak ada seorang pun akan menyangka kalau istri setia seperti Maya akan melakukan perselingkuhan, bahkan tidak juga dirinya sendiri. Tetapi itu terjadi, dan semuanya diawali di hari itu …

Maya

“Terima kasih atas kedatangannya Ibu Maya, suatu kehormatan Ibu bisa datang dan bersedia berbagi ilmu dengan kami”, seorang laki-laki paruh baya menghampiri Maya dan menyalami tangannya.

“Terima kasih juga Pak Bimo, ini juga merupakan suatu kehormatan untuk saya”.

(lebih…)

Pacarku Dan Aku Di Hari Itu

Posted: Maret 2, 2010 in Cerita Lepas

STANDART DISCLAIMER :

  • Cerita ini adalah untuk konsumsi mereka yang telah berumur 18 tahun keatas atau dengan kata lain termasuk golongan cerita dewasa, namun jika anda berumur dibawah umur yang telah disebutkan namun tetap memaksa untuk membaca maka resiko sepenuhnya menjadi tanggungan anda.
  • Cerita ini ditulis just for fun, hanya sekedar mencari cara untuk mengeluarkan pikiran-pikiran kotor serta ide-ide gila dari dalam otak sehingga tidak mengendap dan berubah menjadi kanker.
  • Cerita ini jelas-jelas sebuah fiksi, sehingga apabila ada kesamaan tokoh, karakter, latar ataupun waktu kejadian maka semua itu hanyalah sebuah kebetulan semata.
  • Cerita ini tidak untuk dikomersialkan, sehingga apabila anda harus mengeluarkan uang di luar dari beban biaya jaringan internet untuk membaca cerita ini, maka anda berhak untuk menuntut uang anda kembali
  • Cerita ini bukan untuk di-copy paste sembarangan dan disebar-sebar tanpa etika, tolong hargai juga dong penulis yang sudah capek-capek berada di depan komputer selama berjam-jam.
  • Terakhir, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu membuat cerita ini menjadi ada.

March, 2010.

Pendekar Maboek Ó

.

Special tribute to someone with intial “TN”, hope u like it!  :)

Melisa

“Dit, ini bagus nggak?”.

Aku mengerutkan kening, kemudian menggelengkan kepala.

“Kalo yang ini?”, kini baju kaos tanpa lengan yang tadinya dipegang oleh si gadis berganti dengan sebuah blouse bercorak bunga-bunga.

“Hhhmm…”, kembali tanpa kata aku menggelengkan kepala.

“Nah yang ini keren nih!”, kembali baju yang dipegangnya berganti untuk kesekian kalinya.

Entah ini pakaian yang keberapa yang di ambilnya, namun terpaksa jawaban yang bisa aku berikan masih tetap sama. Sebuah gelengan kepala.

“Coba yang disana yuk!”.

“Uuuhh…!”, aku pun kembali harus menghela nafas panjang, karena semua ini ternyata masih belum juga berakhir. Gadis cantik itu pun melesat cepat meninggalkan diriku yang berjalan gontai dibelakangnya.

Oya, gadis cantik itu adalah Melisa dan aku biasa memanggilnya Meli atau Mel saja. Seorang gadis ABG yang baru 2 bulan ini aku pacari. Ya seperti layaknya gadis-gadis muda seumurannya, Meli termasuk lincah dan supel, sehingga kadang aku cukup kerepotan mengikuti gerak langkahnya. Beberapa hari yang lalu Meli baru merayakan sweet seventeen-nya. Umur kami memang berselisih cukup jauh, sehingga dunia remaja Meli sudah cukup lama aku lewati. Namun kelincahan Meli-lah yang membuatku tertarik kepadanya, karena ia seakan-akan mampu membuat jiwa mudaku kembali bergejolak. Sedangkan siapakah aku? Aku kira itu sama sekali tidak penting untuk aku beritahukan.

(lebih…)

Berbagi Nikmat Dengan Sahabat

Posted: Februari 20, 2010 in Cerita Lepas

STANDART DISCLAIMER :

  • Cerita ini adalah untuk konsumsi mereka yang telah berumur 18 tahun keatas atau dengan kata lain termasuk golongan cerita dewasa, namun jika anda berumur dibawah umur yang telah disebutkan dan tetap memaksa untuk membaca maka resiko sepenuhnya menjadi tanggungan anda.
  • Cerita ini ditulis just for fun, hanya sekedar mencari cara untuk mengeluarkan pikiran-pikiran kotor serta ide-ide gila dari dalam otak sehingga tidak mengendap dan berubah menjadi kanker.
  • Cerita ini jelas-jelas sebuah fiksi, sehingga apabila ada kesamaan tokoh, karakter, latar ataupun waktu kejadian maka semua itu hanyalah sebuah kebetulan semata.
  • Cerita ini tidak untuk dikomersialkan, sehingga apabila anda harus mengeluarkan uang di luar dari beban biaya jaringan internet untuk membaca cerita ini, maka anda berhak untuk menuntut uang anda kembali
  • Cerita ini bukan untuk di-copy paste sembarangan dan disebar-sebar tanpa etika, tolong hargai juga dong penulis yang sudah capek-capek berada di depan komputer selama berjam-jam.
  • Terakhir, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu membuat cerita ini menjadi ada.

February, 2010.

Pendekar Maboek Ó

.

Suatu sore yang sedikit mendung.

Di sebuah kamar kos yang terlihat cukup lebar, seorang gadis cantik nampak sedang terduduk di atas ranjang. Tangan kanannya nampak sedang meraba-raba vaginanya sendiri yang permukaannya tertutupi oleh bulu-bulu tipis berwarna hitam. Memang saat ini bagian bawah tubuh gadis tersebut tidak tertutup apapun lagi, karena celana pendek coklat maupun celana dalam putih polos yang semula dikenakannya kini tergeletak di sampingnya. Sedangkan tangan kiri gadis tersebut juga terlihat sibuk memilin-milin sendiri puting payudara kirinya. Tubuh atas gadis tersebut memang saat ini masih terbalut kaos ketat berwarna kuning, namun posisi bra putih yang dikenakakannya kini sudah bergeser dari posisinya semula.

Reisha

Gadis cantik itu bernama Reisha. Ia berumur 19 tahun dan baru saja menginjak semester 3 di salah satu perguruan tinggi yang cukup bonafit di kota tersebut. Saat ini Reisha memang sedang dilanda birahi karena memang sebentar lagi dirinya akan mendekati masa menstruasi. Masa-masa seperti ini bagi seorang gadis seperti Reisha memang menjadi saat dimana libido sedang tinggi-tingginya. Sebagai seorang jomblo, tentunya Reisha tidak memiliki pasangan yang bisa ia ajak menyalurkan hasrat birahinya. Maka dari itu masturbasi pun menjadi satu-satunya cara yang paling efektif sebagai penyaluran birahinya saat ini.

Kedua mata Reisha nampak terpejam mencoba untuk menghayati rabaan demi rabaan yang ia lakukan sendiri pada tubuhnya. Sesekali desahan kecil terdengar dari mulut gadis cantik tersebut, ketika rabaannya menyentuh puting dan klitorisnya sendiri. Namun ketika semua usahanya ini hampir memperoleh” hasil”, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu di depan pintu kamar kos Reisha.

“Tok… tok… tok…!”.

“Sial!”, runtuk Reisha di dalam hati. “Kenapa mesti di saat seperti ini ada tamu yang datang ke kosannya, benar-benar sial!”, runtuk gadis itu lagi.

“Tok… tok… tok…! Sha…!!”, suara ketokan di pintu kenbali terdengar, kini ditambah dengan suara teriakan seorang gadis.

“Sebentar…!”, teriak Reisha.

(lebih…)